Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ASMINE Li, cucu dari politikus paling berpengaruh keempat di Tiongkok, merupakan salah satu di antara ribuan nama yang tertera dalam jutaan dokumen rahasia milik Mossack Fonseca yang bocor ke publik awal bulan ini.
Dokumen yang dikenal sebagai 'Panama Papers' itu menyingkap perilaku orang-orang tajir dan berpengaruh dunia menyembunyikan kekayaan mereka di mancanegara.
Jasmine masih duduk di bangku sekolah ketika namanya dicantumkan untuk membuka rekening perusahaan offshore melalui kantor firma hukum Mossack Fonseca cabang Hong Kong.
Perempuan belia ini tentu tak menyangka telah menjadi bagian kebusukan dari geliat kemajuan salah satu kota pusat keuangan global itu selama beberapa dekade.
Dokumen Panama, yang diungkap pertama kali oleh media Jerman, Suddeutchsche Zeitung (SZ), memang mengekspose peran kunci yang dimainkan oleh Hong Kong dan Singapura dalam mendistribusikan kekayaan para orang tajir ke negara surga pajak (tax havens).
Menurut investigasi International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ), pihak yang menyebarkan bocoran Dokumen Panama ke media internasional, kantor cabang Mossack Fonseca di Hong Kong, ialah yang tersibuk di dunia.
Kantor itu membentuk ribuan perusahaan cangkang (shell company), termasuk beberapa yang terkait dengan sejumlah elite politik Tiongkok, orang terkaya di Hong Kong, Li Ka-shing, dan bintang film laga Jackie Chan.
Para ahli mengatakan Singapura dan Hong Kong telah menyalurkan miliaran dolar ke tax havens.
Boston Consulting Group pun memprediksi dua pusat keuangan Asia tersebut akan tumbuh menjadi pusat offshore paling cepat di dunia selama 5 tahun ke depan.
"Hong Kong dijadikan tempat yang mudah bagi orang untuk melakukan bisnis dan sangat mudah untuk melakukan bisnis di sini," kata Douglas Clark, seorang advokat pada salah satu lembaga terbesar di Hong Kong, seperti dilansir AFP, kemarin.
"Namun, ketika semuanya menjadi mudah untuk berbisnis, mudah pula untuk melakukannya, baik legal ataupun ilegal," tegasnya.
Dalam pengawasan
Hong Kong dan Singapura, yang dikenal tidak hanya karena keahlian di bidang keuangan, tetapi juga regulasi yang ringan, telah menjadi surga bagi para pihak yang mencoba menghindari kewajiban pajak.
Otoritas pajak asing pun kerap kesulitan ketika harus menjangkau wajib pajak yang membenamkan kekayaan mereka di sana.
Dua pusat keuangan Asia itu sudah berada dalam radar (pengawasan) regulator.
Uni Eropa bahkan telah lebih dahulu memasukkan Hong Kong ke daftar hitam pajak tahun lalu.
Namun, para ahli menyatakan otoritas berwenang sulit melakukan apa pun untuk mengusik bisnis offshore yang menguntungkan.
Sementara itu, Singapura, meski menerapkan budaya penegakan hukum keras di dalam negeri, menoleransi uang haram yang mengalir dari kejahatan yang dilakukan pihak-pihak di luar negeri.
"Singapura tidak hanya sebuah yurisdiksi kerahasiaan, tetapi juga surga pajak, memberikan banyak penghindaran pajak dan peluang penghindaran," kata Tax Jaustice NetworkJN. (AFP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved