Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM pertemuan tingkat menteri luar negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, pada 12-13 April, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengimbau negara anggota OKI untuk mengimplementasi dua dokumen hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa (LB) tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif pada 6-7 Maret lalu.
Dua dokumen yang dimaksud, yaitu Resolusi dan Deklarasi Jakarta.
"Persatuan sangat penting untuk mencapai perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan. Hasil dari KTT-LB OKI ke-5 di Jakarta harus menjadi refe-rensi untuk membebaskan Palestina," kata Retno melalui rilis yang disiarkan Kemenlu, kemarin.
KTT-LB OKI sebelumnya menghasilkan Resolusi Jakarta yang berisi penekanan sikap negara OKI terhadap Palestina dan Israel.
Sementara, 23 poin Deklarasi Jakarta berisi langkah konkret negara OKI membebaskan Palestina dari belenggu Israel.
Pada Deklarasi Jakarta, OKI sepakat mendukung upaya Arab Saudi dan Yordania untuk mempertahankan dan menjaga situs Masjid Al Aqsha.
OKI juga setuju untuk membentuk Al-Quds and Al Aqsha Funds untuk membantu rehabilitasi Jerusalem.
Langkah konkret Deklarasi Jakarta juga termasuk aksi boikot negara OKI dan masyarakat internasional terhadap produk yang dihasilkan di permukiman ilegal di Tepi Barat.
Dialog lintas agama, mengangkat isu Palestina ke radar internasional, juga termasuk poin-poin terakhir deklarasi tersebut.
Bukan hanya Menlu Retno Marsudi yang sepakat dengan itu.
Negara-negara OKI juga mengingatkan hasil KTT LB tersebut dapat direalisasi semua negara anggota OKI.
Pada kesempatan itu, OKI menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia dalam isu Palestina.
"Negara-negara OKI menyampaikan kembali penghargaan tinggi terhadap peran aktif Indonesia untuk isu Palestina. Penghargaaan ini merujuk pada penyelenggaraan KTT-LB OKI ke-5 mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif, saat Indonesia menjadi tuan rumah," kata pihak Kemenlu.
Pada kesempatan itu, Retno juga menyampaikan apresiasi atas dukungan OKI terhadap inisiatif Indonesia agar OKI membentuk OIC Contact Group on Peace and Conflict Resolution.
Retno meyakini dengan bekerja di luar kebiasaan, upaya pembebasan Palestina bisa tercapai.Isu terorisme turut dibahas dalam general debate tersebut.
Retno menyinggung persoalan terorisme yang menjadi tantangan di sejumlah negara OKI dan menekankan terorisme tidak beragama dan berkebangsaan, apalagi dikaitkan dengan Islam sebagai rahmatan lil' alamin.
Selain pertemuan tingkat Menlu, agenda OKI hari ini dilanjutkan dengan pertemuan antarkepala negara.
Indonesia diwakili Wapres Jusuf Kalla.(AFP/Aya/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved