Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Konflik di negara miskin di Semenanjung Arab itu telah menghancurkan sebagian besar kawasan tersebut.
UPAYA perdamaian konflik antara pemerintah Yaman dan kelompok pemberontak Syiah Houthi di negeri itu tampaknya masih sulit terlaksana.
Pasalnya, sepanjang Minggu-Senin lalu, kedua pihak melanggar gencatan senjata yang telah ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kemarin, sebuah bom bunuh diri bahkan menewaskan setidaknya lima calon tentara pemerintah Yaman, termasuk pelaku pengeboman dan delapan lainnya luka-luka di ibu kota Aden.
Pengeboman yang diduga didalangi kelompok ekstremis Al-Qaeda itu dilakukan seorang pria yang mengenakan rompi bermuatan bom. Pelaku meledakkan diri di tengah antrean pemuda yang sedang mendaftar menjadi anggota militer.
Sejak pasukan propemerintah berhasil mengusir kelompok pemberontak Syiah Houthi musim panas lalu, bangunan militer dan pemerintah menjadi target sejumlah serangan. Pasukan loyalis Presiden Abedrabbo Mansour Hadi, Presiden Yaman sekarang, meluncurkan operasi melawan pemberontak didukung koalisi militer pimpinan Arab Saudi. Namun, kelompok milisi Al-Qaeda dan Islamic Group (IS) memanfaatkan perseteruan pemerintah dan kelompok pemberontak untuk memperkuat kekuasaan di Yaman Selatan.
Pemerintah Yaman dan kelompok pemberontak yang didukung Iran telah beberapa kali bentrok di Yaman, kata petugas keamanan. Mulai kemarin, gencatan senjata yang ditengahi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah dua hari dilanggar, membuka ruang bahaya bagi Yaman.
Pasukan loyalis pemerintah bertempur dengan kelompok Syiah Houthi di Provinsi Marib, timur dan utara Kota Sana'a, kota yang dikuasai pemberontak. Keduanya memperebutkan kendali atas wilayah itu.
Koalisi pimpinan Arab Saudi yang menggelar kampanye melawan pemberontak tahun lalu, menyebut pelanggaran gencatan senjata yang terjadi mulai Senin (11/4) ini tergolong 'kecil'. Sejak pertempuran dimulai tengah malam antara Minggu-Senin, sebanyak tujuh tentara tewas dan 15 lainnya terluka.
Sementara itu, seorang tentara tewas dan sembilan lainnya terluka dalam serangan pemberontak di sebuah pangkalan angkatan bersenjata di selatan Kota Baihan, perbatasan Provinsi Marib.
Ada pula bentrokan di Nihm, timur laut Sana'a. Kelompok pemberontak mengatakan pihaknya menerima serangan pasukan pemerintah.
Mereka menyatakan pasukan propemerintah telah melakukan 39 pelanggaran gencatan senjata, termasuk serangan di Taez dan Baida. Pesawat-pesawat perang milik koalisi militer pimpinan Arab Saudi beterbangan di sejumlah area di Yaman.
Perundingan damai
Juru bicara kelompok pemberontak Mohammed Abdulsalam memperingatkan dalam akun Facebook-nya, "Aksi militer lanjutan akan membahayakan proses perdamaian dan mengurangi kesempatan menggelar dialog selanjutnya."Namun, dilanggarnya gencatan senjata tidak mengurungkan niat PBB mensponsori pembicaraan perdamaian di Kuwait, 18 April 2016.
"Penghentian permusuhan tampaknya akan berlangsung," kata juru bicara PBB Stephanie Dujarric. Di sisi lain, ia menyadari adanya sejumlah pelanggaran.
Lebih dari 6.300 orang tewas akibat perang antara pemerintah dan pemberontak, dengan 80% penduduk terancam menghadapi bencana kelaparan. Konflik di negara miskin di Semenanjung Arab itu telah menghancurkan sebagian besar kawasan tersebut.
Pergolakan tersebut juga meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Arab Saudi dan sekutu-sekutu Sunni mendukung pemerintah Yaman, sementara Iran mendukung pemberontak Syiah Houthi. (AFP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved