Jumat 16 April 2021, 19:50 WIB

Australia Pertimbangkan Membuka Perbatasan Internasional

Mediaindonesia.com | Internasional
Australia Pertimbangkan Membuka Perbatasan Internasional

bbc.com
Ilustrasi

 

Australia akan mempertimbangkan pembukaan kembali perbatasan internasionalnya untuk memungkinkan penduduk yang telah divaksinasi Covid-19 secara penuh untuk bepergian ke luar negeri terlebih dahulu, kata Perdana Menteri Scott Morrison, Kamis (15/4).

Warga negara dan penduduk tetap Australia tidak dapat meninggalkan negara itu karena aturan pembatasan virus corona kecuali mereka memiliki alasan mendesak yang dapat diterima, sementara para pelancong internasional yang kembali ke negara itu harus menjalani karantina di hotel selama dua pekan dengan biaya sendiri.

"Tujuan pertama saya pikir adalah untuk memungkinkan warga Australia yang divaksinasi untuk dapat bergerak dan bepergian, terutama untuk tujuan penting," kata Morrison dalam sebuah forum komunitas di Perth.

Di bawah sistem seperti itu, Morrison mengatakan orang yang divaksinasi dapat bepergian ke luar negeri untuk urusan bisnis dan keadaan darurat pribadi, dan menjalani karantina di rumah setelah kembali ke Australia.

Morrison dalam wawancara terpisah dengan stasiun radio 6PR Perth mengatakan bahwa setiap pembukaan kembali sebagian perbatasan "masih jauh" dari implementasi dan tidak akan terjadi sebelum orang-orang yang rentan divaksinasi.

Hal itu karena pelancong yang kembali dapat membawa setidaknya 1.000 kasus baru Covid dalam seminggu ke Australia yang saat ini hampir tidak ada kasus penularan lokal.

Australia menutup perbatasan internasionalnya untuk non-warga negara dan penduduk pada Maret tahun lalu untuk membantu menghindari tingginya angka infeksi virus corona seperti yang terjadi di negara maju lainnya.

Australia telah melaporkan lebih dari 29.400 kasus Covid-19 dan 910 kematiana kibat infeksi virus korona.

Sebuah "gelembung perjalanan" antara Australia dan Selandia Baru akan dibuka pada Senin (19/4), yang merupakan salah satu perjanjian serupa pertama sejak pandemi Covid muncul.

Setiap pelonggaran lebih lanjut untuk pembatasan perjalanan kemungkinan besar akan bergantung pada kecepatan pelaksanaan vaksinasi Australia, yang telah meleset dari target awalnya sebagian karena pasokan internasional yang tidak merata dan saran medis yang berubah.

Hanya 1,36 juta total dosis vaksin Covid yang telah diberikan di Australia pada Rabu (14/4), dan angka itu jauh dari target 4 juta yang dijanjikan pada akhir Maret.

Pihak berwenang pada Kamis malam (15/4) melaporkan satu kasus kematian penerima vaksin dan meluncurkan penyelidikan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara kematian tersebut dengan inokulasi vaksin Covid. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP/KCNA VIA KNS

Kim Jong Un Akui Perlu Bersiap untuk Dialog & Konfrontasi dengan AS

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 18 Juni 2021, 08:01 WIB
"Kim menekankan perlunya bersiap untuk dialog dan konfrontasi, terutama untuk sepenuhnya siap menghadapi konfrontasi untuk melindungi...
Ilustrasi

PBB akan Serukan Penghentian Senjata ke Myanmar

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 18 Juni 2021, 07:22 WIB
Rancangan kompromi itu menyerukan semua negara anggota untuk mencegah aliran senjata ke...
AFP/Emmanuel Dunand.

Perwira Israel Didakwa Membunuh Warga Palestina yang Autis

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 18 Juni 2021, 00:08 WIB
Iyad Hallak, 32, tewas pada Mei 2020 saat berjalan ke sekolah kebutuhan khusus di Jerusalem timur yang dicaplok Israel. Petugas keliru...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Haru Biru King Christian

Di timnas Denmark, sosok berjuluk ‘King Christian’ telah menjadi sosok kunci sejak penampilan pertamanya pada 2010, membuat 109 penampilan dan mencetak 36 gol.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya