Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry mengaku sangat terharu saat mengunjungi tugu peringatan bom atom di Hiroshima, Jepang, kemarin.
Namun, Kerry tidak meminta maaf kepada Jepang atas tindakan Amerika Serikat yang menjatuhkan bom atom di kota itu pada masa Perang Dunia II.
Serangan bom atom itu merupakan salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah tersebut yang membunuh sekitar 146.000 warga sipil.
"Saya ingin menyatakan betapa terharunya saya menjadi Menteri Luar Negeri AS pertama yang mengunjungi Hiroshima," ujar Kerry, kemarin, saat dia dan mitranya dari negara-negara anggota G7 mengunjungi tempat bersejarah itu.
Kerry merupakan pejabat tertinggi AS yang mengunjungi lokasi ledakan bom atom yang dijatuhkan AS tujuh dekade lalu.
Para pejabat Washington mengatakan Presiden AS Barack Obama tengah mempertimbangkan kunjungan ke tempat itu bulan depan bersama dengan para pemimpin G7 lainnya.
Jika jadi, Obama akan menjadi presiden AS pertama yang berkunjung ke tempat tersebut.
"Semua orang harus mengunjungi Hiroshima. Setiap orang artinya setiap orang," ujarnya.
Namun, ia tidak dapat memastikan apakah Obama akan berkunjung.
Sebelumnya, pejabat senior Departemen Luar Negeri AS yang ikut ke Jepang bersama Kerry mengatakan, "jika Anda bertanya apakah menteri luar negeri datang untuk meminta maaf, jawabannya ialah 'tidak'."
Pejabat itu menambahkan pemerintah Jepang belum meminta AS untuk meminta maaf, dan kedua belah pihak sepakat kegiatan kunjungan tersebut harus ditekankan di masa depan.
Sementara beberapa orang Jepang merasa permintaan maaf AS dibenarkan, banyak orang 'Negeri Paman Sam' percaya setiap indikasi atau gerakan ke arah itu akan menjadi kritik yang tidak pantas dari upaya perang AS.
Presiden Barack Obama, yang memasukkan nonproliferasi nuklir sebagai tujuan kunci pemerintahannya, telah berjuang meletakkan simbolisme Hiroshima pada konteksnya.
Duta besar pertamanya untuk Jepang, John Roos, pada 2010 menjadi utusan AS pertama yang mengunjungi tugu peringatan Hiroshima pada ulang tahun ke-6 tragedi itu.
Sementara itu, menlu-menlu G7 mengeluarkan Deklarasi Hiroshima yang menyerukan dunia tanpa senjata nuklir.
Para menlu itu juga membahas beragam persoalan, dari krisis pengungsi dan perang di Suriah hingga provokasi nuklir Korea Utara. (AFP/Hym/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved