Selasa 06 April 2021, 10:29 WIB

Lumbung yang Terkena Ledakan Beirut Harus Dirobohkan

Basuki Eka Purnama | Internasional
Lumbung yang Terkena Ledakan Beirut Harus Dirobohkan

AFP/STR
Lumbung yang rusak parah akibat ledakan di pelabuhan Beirut, Libanon.

 

BAGIAN dari lumbung yang terkena hantaman ledakan di pelabuhan Beirut, tahun lalu, harus dirobohkan sebelum roboh dengan sendirinya.

Perusahaan Swiss Amann Engineering, yang menawarkan pemeriksaan laser kepada Lebanon sejak ledakan pada 4 Agustus itu, mengaakan agar lumbung yang rusak parah itu tidak stabil dan berbahaya.

"Rekomendasi kami adalah agar bangunan itu dirobohkan," ujar perusahaan itu dalam laporan mereka.

Baca juga: Kota Palma di Mozambik yang Diserang Kini Dinyatakan Aman

"Sangat jelas bahwa beton bangunan itu rusak parah. Karenanya, lumbung baru harus dibangun di lokasi yang berbeda," imbuh perisahaan itu.

Menteri Ekonomi Libanon Raoul Nehme, November lalu, mengatakan pemerintahnya akan menghancurkan lubung terbesar di ibu kota itu karena dianggap tidak aman. Namun, hingga kini, hal itu belum dilakukan.

Memiliki kapasitas lebih dari 100 ribu ton, lumbung setinggi 48 meter itu kini menjadi lambang bencana yang menewaskan lebih dari 200 orang dan merusak sebagian wilayah ibu kota Libanon tersebut.

Pemerintah Libanon menyebut ledakan di Beirut itu terjadi akibat pupuk amoniun nitrat yang terbakar setelah ditimbun selama bertahun-tahun.

Lumbung itu menerima mayoritas hantaman ledakan itu, melindungi kawasan Beirut barat dari kerusakan parah. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/Anne-Christine POUJOULAT

Penembakan di Rumah Sakit Paris, Satu Orang Tewas

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 13 April 2021, 05:43 WIB
Polisi tidak menganggap insiden itu sebagai serangan teror setelah saksi mata menyebut pelaku mengincar kedua...
AFP/Tolla Akmen

Parlemen Inggris akan Berikan Penghormatan untuk Pangeran Phillip

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 16:16 WIB
Parlemen di London, Cardiff, Edinburgh dan Belfast, Inggris, akan berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada Pangeran...
AFP

Salip Brasil, India Jadi Negara Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 16:09 WIB
Jumlah kasus positif covid-19 di India sudah mencapai 13,53 juta orang. Sementara itu, Brasil mencatatkan 13,48 juta kasus dan Amerika...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya