Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS serangan bom bunuh diri yang terjadi di Bandara Zaventem di Brussels, Belgia, 22 Maret lalu, sedikit demi sedikit mulai terkuak.
Tersangka pelaku bom Paris, Prancis, Mohamed Abrini, yang diyakini penyidik berkaitan dengan bom Brussels, mengakui pria bertopi yang tertangkap kamera keamanan bandara ialah dirinya.
"Ini (pengakuan tersangka) merupakan sebuah langkah penting di masa depan," ungkap seorang sumber yang dekat dengan penyidikan atau investigasi kepada AFP.
Sejumlah jaksa penunut menegaskan koneksi Abrini dengan serangan di Bandara Zaventem.
Pria berusia 31 tahun itu mengaku kehadirannya di lokasi serangan ketika penyidik mengonfrontasi dia dengan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman di kamera keamanan bandara.
Saat itu, dia terlihat berjalan bersama dua pelaku bom bunuh diri, Ibrahim dan Khalid Bakraoui.
"Dia memang pria ketiga yang terekam kamera keamanan Bandara Nasional Brussels," ujar jaksa dalam sebuah pernyataan.
"Dia (Abrini) mengaku membuang rompinya (jaket) di tong sampah dan telah menjual topinya setelah itu."
Jaksa penuntut mengungkapkan Abrini membuat pengakuan pada hari ia didakwa terlibat serangan di Paris pada November lalu, yang menewaskan 130 orang.
Tersangka teror Osama Krayem, seorang warga Swedia, menerima tuduhan yang sama atas perannya dalam serangan bom bunuh diri di sebuah stasiun metro di Brussels.
Serangan itu terjadi 1 jam setelah ledakan di Bandara Zaventem. Sebanyak 32 orang tewas dalam serangkaian serangan terkoordinasi itu.
Sebelumnya, pada Jumat (8/4), otoritas Belgia mengonfirmasi penangkapan pelaku utama tersangka serangan Paris, Mohamed Abrini, bersama sejumlah orang lainnya, termasuk seorang pria yang diyakini turut membantu serangan bom Brussel.
Para terduga pelaku ditangkap dalam penyerbuan polisi di sebuah permukiman di Anderlecht, Belgia.
"Mohamed Abrini ditangkap di Anderlecht," kata seorang juru bicara Kejaksaan Federal Belgia.
Sejumlah operasi penangkapan terakhir memperkuat teori bahwa serangan teror di Paris dan Brussel dilakukan sel teroris yang sama.
Kedua serangan teroris itu diklaim kelompok militan Islamic State (IS), yang berbasis di Irak dan Suriah.
Seperti dilaporkan AFP, Abrini dan Osama Krayem dibekuk di antara enam operasi penangkapan yang digelar di seluruh penjuru Brussels pada Jumat (8/4) malam.
Dua orang lainnya kemudian dilepaskan, tapi dua lainnya dikenai tuduhan terlibat membantu Abrini and Krayem.
"Krayem, 23, juga tertangkap kamera membeli beberapa tas yang digunakan untuk menyembunyikan bom yang diledakkan di bandara."
Menurut sebuah laporan di harian Belgia, L'Echo, yang tidak terkonfirmasi oleh jaksa, Abrini mengaku bahwa dia sangat ingin kembali ke Paris untuk melancarkan serangan lainnya.
Namun. karena ketakutan terhadap pengamanan di sana, ia buru-buru memutuskan melaksanakan aksi di Brussel.
"Hakim yang memimpin investigasi menjatuhkan kepada Abrini dakwaan 'partisipasi dalam kegiatan kelompok teroris dan pembunuhan'," kata kantor kejaksaan federal dalam sebuah pernyataan. (AFP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved