Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SKANDAL 'Panama Papers' ternyata membuat hubungan Aljazair dan Prancis sedikit tegang.
Pihak Aljazair menolak memberikan visa kepada dua surat kabar Prancis yang ingin meliput kunjungan PM Prancis Manuel Valls ke negeri itu.
Jelang KiValls, Sabtu (9/4) waktu setempat, mengatakan ia merasa sangat menyesal atas langkah Aljazair yang menolak mengeluarkan visa bagi dua wartawan tersebut.
"Saya akan membawa masalah ini dengan persahabatan dan keterbukaan sambil menyampakan 'penyesalan yang mendalam' atas keputusan tersebut," ungkap Valls, di Twitter sebelum tiba di Aljazair didampingi beberapa menteri kabinet.
"Kami memiliki visi yang sama pada banyak hal, termasuk (mengenai krisis) Libia," ujar Valls kepada wartawan setelah disambut oleh Perdana Menteri Aljazair, Abdelmalek Sellal.
Dua wartawan dari surat kabar Le Monde dan televisi Le Petit Journal pada Canal+ sedianya akan meliput kunjungan Valls, yang diharapkan akan menandatangani sejumlah kerja sama ekonomi.
Beberapa media Prancis memutuskan untuk memboikot kunjungan Valls sebagai bentuk protes atas keputusan Aljazair, termasuk koran rival Le Mode, surat kabar Liberation dan Le Figaro, serta stasiun radio publik Prancis, Inter dan France Culture.
Pada Rabu (6/4) lalu, Aljazair memanggil Duta Besar Prancis Bernard Emie untuk memprotes tentang langkah yang disebut 'kampanye permusuhan' terhadap negara Afrika Utara oleh media Prancis setelah kebocoran 'Panama Papers'.
Masalahnya, pada Selasa (5/4), koran Le Monde menerbitkan halaman depan foto Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika, yang dikatakan masuk dokumen 'Panama papers', meski belakangan diklarifikasi.
Tidak jelas mengapa Aljazair menolak memberikan visa untuk Le Petit Journal, tapi mungkin itu karena acara televisi satire itu sering melaporkan kondisi kesehatan Bouteflika, 78.
Le Monde ialah salah satu dari kelompok surat kabar besar di seluruh dunia yag menerbitkan cerita setelah kebocoran jutaan catatan keuangan milik firma hukum yang berbasis di Panama, Mossack Fonseca, itu.
Perusahaan itu terlibat membantu perusahaan dan orang-orang kaya mendirikan perusahaan offshore untuk menghindari kewajiban pajak dan menyembunyikan aset mereka.
Valls berbicara kepada Sellal awal pekan ini untuk 'melobi' pemerintah Aljazair agar mencabut larangan masuk bagi wartawan tersebut.
Namun, seorang sumber yang dekat dengan Perdana Menteri Prancis mengatakan usaha Valls tidak berhasil.
Sekitar 20 media telah terakreditasi untuk meliput kunjungan Valls ke Alajazair, negara bekas koloni Prancis.
Menteri Ekonomi Prancis Emmanuel Macron, yang menyertai Valls, diharapkan menemui rekan sejawatnya yang juga salah satu orang berpengaruh di Aljazair, Abdeslam Bouchouareb. (AFP/Hym/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved