Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KELUARGA Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron termasuk di antara nama-nama pesohor yang terseret skandal pengempalangan pajak dan pencucian uang yang terungkap dalam dokumen 'Panama Papers'.
Dalam dokumen yang bocor ke media internasional itu, PM Cameron disebut mendapat keuntungan dari dana rahasia yang ditanamkan ayahnya, Ian Cameron, di perusahaan cangkang (offshore company) di negara surga pajak (tax haven).
Sebelumnya, Downing Street, kantor sang perdana menteri, menepis isu itu.
Namun, Sabtu (9/4) waktu setempat, PM Cameron yang terus didera tekanan politik setelah bola panas skandal tersebut mengakui ia memiliki saham dan kecipratan untung dari perusahaan bernama Blaimore Holdings itu.
Kabar terbaru, dalam upaya meredam krisis yang mengancam kelangsungan jabatannya, Cameron menerbitkan ringkasan catatan pajaknya selama enam tahun terakhir.
Pengungkapan detail pajak ke publik itu merupakan yang pertama yang dilakukan seorang perdana menteri dalam sejarah Inggris.
Di ringkasan itu tertulis Cameron membayar hampir 76.000 pound sterling pajak untuk penghasilan lebih dari 200.000 pound sterling pada 2014-2015.
Dokumen juga menunjukkan ia menerima hadiah 200.000 pound sterling (US$280.000) dari ibunya, setahun setelah mewarisi 300.000 pound sterling dari ayahnya.
Ketika Ian Cameron meninggal pada 2010, ambang pajak warisan berada di angka 325.000 pound sterling.
Di samping untuk menjawab pertanyaan seputar masalah keuangan pribadinya, Cameron mengatakan dia memublikasikan informasi catatan pajaknya agar semuanya benar-benar terbuka dan transparan.
Namun, langkah Cameron yang terhitung mengejutkan itu mungkin menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai apakah hadiah dari ibunya itu datang dari dana-dana luar negeri.
Cameron mengakui satu pekan belakangan bukan waktu menyenangkan buatnya.
Politikus Partai Konservatif itu mengatakan seharusnya ia menangani situasi itu dengan lebih baik, yang awalnya menyebut persoalan itu sebagai masalah pribadi.
Skandal 'Panama Papers', nama yang disematkan untuk bocoran jutaan dokumen milik firma hukum yang berbasis di Panama, Mossack Fonseca, tampaknya telah merusak reputasi Cameron yang mengklaim menjadi korban.
Demonstrasi
Manuver Cameron itu tidak serta-merta meredam kritik publik.
Para rivalnya berusaha menunggangi skandal 'Panama Papers' untuk mendepaknya dari Downing Street.
Para pengunjuk rasa, Sabtu (9/4), turun ke jalan-jalan di London sembari mengenakan topi Panama dan membawa spanduk bertuliskan 'Eton Mess', mengacu pada sekolah eksklusif tempat ia belajar dulu.
Para pengunjuk rasa berpawai dari kantor Cameron ke Trafalgar Square sehingga menyebabkan lalu lintas terhenti.
Masih terkait 'Panama Papers', ribuan pengunjuk rasa di Islandia melanjutkan aksi protes, Sabtu (9/4).
Itu menjadi hari keenam berturut-turut sejak kobocoran 'Panama Papers'.
Dokumen itu mengungkapkan PM Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson dan istrinya memiliki perusahaan offshore di British Virgin Islands dan membenamkan jutaan dolar di sana. (AFP/BBC/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved