Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Spanyol akan memperluas rentang usia penerima vaksin Covid-19 AstraZeneca dari 18-55 tahun menjadi 18-65 tahun saat otoritas kembali menggunakan vaksin tersebut pekan ini, menurut Menteri Kesehatan Carolina Darias usai rapat kepala dinas kesehatan daerah, Senin (22/3).
Darias mengatakan otoritas pada akhirnya akan memperluas batas usia di atas 65 tahun jika didukung oleh panel kesehatan nasional dan tersedia pasokan vaksin yang cukup, setelah uji klinis tahap akhir utama di Chile, Peru dan Amerika Serikat menemukan bahwa vaksin AstraZeneca 79 persen ampuh dalam mencegah gejala Covid-19.
Otoritas pekan lau mengatakan bahwa Spanyol akan menggunakan lagi vaksin AstraZeneca mulai Rabu ini setelah negara tersebut dan juga sejumlah negara lainnya di Eropa menghentikan suntikan AstraZeneca lantaran kekhawatiran kasus pembekuan darah.
Sekitar 20 persen relawan dalam uji klinis terbaru tersebut, yang hasilnya dipublikasi pada Senin, berusia 65 tahun ke atas, dibanding dengan 5,7 persen dalam riset sebelumnya, yang membuat sejumlah negara Eropa ragu-ragu menggunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca untuk kaum lansia.
Spanyol termasuk yang mengalami pandemi terparah di dunia dengan 3,2 juta kasus dan 73.000 lebih kematian Covid-19.
Tingkat insiden Covid-19 masih stabil pada Senin dengan rata-rata 128 infeksi per 100.000 orang dalam 14 hari terakhir. Namun, pejabat Kementerian Kesehatan memperingatkan adanya perubahan tren baru-baru ini yang berpotensi meningkatkan jumlah infeksi.
"Virus belum ditaklukkan. Dalam jangkauan kami untuk menghindari lonjakan baru dan gelombang keempat," kata Darias saat jumpa pers. (Ant/OL-12)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved