Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 39 imigran dilaporkan tenggelam di lepas pantai Tunisia akibat dua kapal terbalik. Tim penyelamat menarik 165 imigran yang selamat dari sejumlah kapal karam ke tempat aman.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Tunisia Mohamed Zekri menyebut pencarian sementara ditangguhkan. Sebab, cuaca buruk berpotensi terjadi pada malam hari.
Belum jelas apa yang menyebabkan dua kapal itu terbalik. Namun, kapal yang meninggalkan pantai utara Afrika menuju Eropa kerap over kapasitas dan berangkat pada malam hari. Bahkan, dalam cuaca buruk untuk menghindari deteksi penjaga pantai.
Baca juga: Mayorkas, Imigran Pertama yang Jadi Menteri Keamanan Dalam Negeri
Adapun jenazah 39 imigran yang tenggelam sudah ditemukan. Juru Bicara Pengawal Nasional Tunisia Houcem Eddine Jebabli mengatakan sedikitnya 9 perempuan dan 4 anak tewas.
Sejumlah kapal diketahui meninggalkan pantai semalaman dan membawa sebagian besar imigran dari Afrika sub-Sahara. Mereka bertujuan untuk mencapai Eropa. Namun, mereka ditemukan oleh penjaga pantai di pelabuhan Sfax Tunisia.
Baca juga: PBB: Radiasi Nuklir tidak Merusak Kesehatan Warga Fukushima
Tahun lalu, terjadi lonjakan kapal darurat yang berupaya menyeberangi perairan Mediterania. Itu rute paling mematikan bagi calon imigran yang ingin pergi ke Eropa.
Sebanyak 94 kapal imigran telah dicegat sejak awal tahun. Jumlah ini lebih banyak dari periode yang sama pada 2020, yang tercatat 47 kapal. Sekitar 1.736 orang telah ditahan karena mencoba menyeberang.
Lebih dari setengah imigran yang ditangkap di perairan Tunisia berasal dari Afrika sub-Sahara. Tunisia telah dilanda krisis ekonomi dan pengangguran tinggi, bahkan sebelum pandemi covid-19.(Guardian/OL-11)
Tunisia tampil dominan di laga pembuka Grup C AFCON 2025 dengan mengalahkan Uganda 3-1. Elias Achouri jadi bintang kemenangan lewat sumbangan dua gol.
ARMADA Sumud Maghreb pada Rabu (17/9) malam mengumumkan bahwa kapal ke-13 dari total 23 kapal telah meninggalkan Tunisia menuju Jalur Gaza.
AKTIVIS Muhammad Husein memberikan perkembangan terbaru misi Global Sumud Flotilla yang tengah berlayar menuju Jalur Gaza.
Keberangkatan Armada Sumud itu menuju Gaza dari Tunisia masih mengalami penundaan. Cuaca buruk dan kendala logistik sebagai alasan utama.
Otorits Tunisia membantah laporan serangan drone terhadap rombongan armanda kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang berlayar ke Gaza.
SEBANYAK 12 aktivis di kapal Madleen gagal menembus blokade Israel. Namun gerakan itu membakar ribuan aktivis lain sedunia untuk meluncurkan Konvoi Global ke Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved