Rabu 03 Maret 2021, 06:53 WIB

Tiga Wanita Pekerja Media Ditembak di Afghanistan

Nur Aivanni | Internasional
Tiga Wanita Pekerja Media Ditembak di Afghanistan

Dok Medcom.id
Ilustrasi penembakan

 

TIGA wanita yang bekerja untuk sebuah stasiun televisi Afghanistan dilaporkan ditembak di timur kota Jalalabad. Direktur Enikass TV Zalmai Latifi mengatakan, para korban bekerja di departemen sulih suara dan tewas dalam dua serangan terpisah.

"Mereka semua meninggal. Mereka akan pulang dari kantor dengan berjalan kaki ketika ditembak," kata Latifi.

Seorang wanita lain terluka dalam penembakan itu dan dibawa ke rumah sakit. Kini dia berada dalam kondisi kritis. Para wanita itu adalah siswa sekolah menengah yang bekerja paruh waktu di Enikass, menurut Orzala Ashraf Nemat, ketua thinktank AREU yang berbasis di Kabul.

"(Ini) tindakan teror yang sangat memalukan dan disengaja. Tolong jangan mengutuknya saja, ambil tindakan untuk menghentikan pertumpahan darah ini," katanya di Twitter.

Pembunuhan itu terjadi kurang dari tiga bulan setelah Malala Maiwand, seorang aktivis masyarakat sipil terkemuka sekaligus pembawa berita untuk outlet media yang sama ditembak mati di mobilnya saat sedang dalam perjalanan pagi.

Kepala polisi Juma Gul Hemat mengatakan, seorang tersangka bersenjata yang memiliki hubungan dengan Taliban telah ditangkap. Kelompok pemberontak membantah berperan dalam serangan itu.

Pembunuhan yang ditargetkan selama berbulan-bulan, yang dilakukan dengan keteraturan di pusat-pusat kota di seluruh Afghanistan, telah meneror jurnalis, aktivis hak asasi manusia, aktivis masyarakat sipil, dan lainnya yang bekerja menuju jenis masyarakat demokratis yang ditolak oleh Taliban. Beberapa target adalah tokoh yang menonjol tetapi yang lain tampaknya dipilih hanya karena pekerjaan mereka atau karena apa yang mereka wakili.

Taliban telah menyangkal bertanggung jawab atas sebagian besar pembunuhan, tetapi mereka secara luas dipandang sebagai kampanye yang kuat untuk menurunkan moral para pengkritik mereka.

"Pembunuhan yang ditargetkan terhadap jurnalis dapat menyebabkan ketakutan dalam komunitas jurnalistik, dan ini dapat menyebabkan swasensor, pengabaian aktivitas media, dan bahkan meninggalkan negara," kata kepala kelompok advokasi media Afghanistan Nai, Mujib Khalwatgar.

Kedutaan Besar AS di Kabul, menilai serangan terbaru itu sebagai bagian dari kampanye intimidasi.

"(Serangan ini) dimaksudkan untuk membuat para reporter gemetar ketakutan, pelakunya berharap untuk melumpuhkan kebebasan berbicara di negara di mana media telah berkembang selama 20 tahun terakhir. Ini tidak bisa ditoleransi," tegasnya.

baca juga: PBB Mengecam Serangan Terhadap Wartawan Afghanistan

Presiden AS, Joe Biden, sedang meninjau rencana penarikan penuh pasukan AS yang diwarisi dari Donald Trump, karena pembicaraan damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan berlanjut di Doha. Kritikus pembicaraan takut bahwa pemberontak lebih tertarik untuk bermain waktu daripada mengakhiri perang, dan bertujuan untuk akhirnya menguasai seluruh negara dengan kekuatan begitu tentara Afghanistan tidak dapat lagi mengandalkan dukungan dari militer AS. (The Guardian/OL-3)
 

Baca Juga

al-shabaka.org

Kasus Baru Positif Covid-19 di Palestina Tembus 1.911 Kasus

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 23:55 WIB
Palestina pada Selasa (13/4) mencatat 1.911 kasus baru Covid-19 dan 18 kematian, menurut Menteri Kesehatan Mai...
Dok Kemlu

KJRI Los Angeles Gelar Vaksinasi untuk WNI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 14 April 2021, 23:35 WIB
kegiatan tersebut diselenggarakan di United Indonesian Seventh-day Adventist Church (UNISDAC), Fontana, San Bernardino...
france24.com

Korsel Menentang Rencana Jepang Buang Air Stasiun Nuklir ke Laut

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 22:30 WIB
Korsel sedang eksplorasi untuk  pengajuan petisi ke pengadilan internasional atas keputusan Jepang untuk membuang air dari stasiun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya