Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Australia mengatakan perusahaan raksasa teknologi Google dan situs jaringan sosial Facebook Inc. hampir mencapai kesepakatan untuk membayar royalti perusahaan media atas berita di negara tersebut.
Pejabat Bendahara Australia Josh Frydenberg dikabarkan mengadakan pembicaraan dengan Chief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg dan CEO Google Sundar Pichai pada akhir pekan lalu.
"Kami sangat dekat dengan beberapa kesepakatan komersial yang sangat signifikan. Kami telah membuat kemajuan besar," kata Frydenberg kepada Australian Broadcasting Corp dilansir Bloomberg, Senin (15/2).
Google dan Facebook milik Alphabet Inc. sebelumnya diberitakan menentang undang-undang Australia yang direncanakan memaksa mereka membayar perusahaan media untuk berita, dan Google mengancam akan menutup mesin pencarinya jika undang-undang itu diberlakukan.
Parlemen Australia dilaporkan bakal mengesahkan undang-undang bernama News Media Bargaining Code Law pada minggu ini.
Baca juga: Babak Baru Perseteruan Australia Vs Facebook dan Google
Facebook sendiri disebut menolak mengomentari pembicaraan spesifik apa pun.
"Kami telah terlibat dengan pemerintah Australia untuk menguraikan kekhawatiran kami dengan undang-undang tersebut," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.
Seorang juru bicara Google menolak berkomentar. Jika Facebook dan Google gagal mencapai kesepakatan, undang-undang untuk membayar berita di Australia berisiko menjadi kerangka bagi regulator di yurisdiksi lain, termasuk Kanada dan Uni Eropa yang mengikuti pertengkaran tersebut.
Google mengusulkan penerbit mendapat kompensasi melalui produk News Showcase, yang membayar outlet media untuk konten yang dikurasi, daripada terikat oleh undang-undang.
Seven West Media Ltd., penerbit The West Australian, mengatakan, pihaknya setuju untuk memberikan berita untuk Showcase di bawah kemitraan jangka panjang.
Menurut Sydney Morning Herald, pemerintah Australia bersedia membiarkan perusahaan teknologi itu menghindari pembayaran potongan berita jika perusahaan media mendaftar ke Google Showcase dan Facebook News. (Bloomberg/OL-4)
Sepanjang 2025, isu kemerdekaan pers, profesionalisme jurnalistik, serta keberlanjutan ekonomi media menjadi tiga persoalan utama yang saling berkaitan.
Media massa bisa semakin berperan sebagai duta literasi keuangan untuk membantu meningkatkan literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen secara langsung di masyarakat.
WALI Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pihaknya membutuhkan media massa untuk mengoptimalkan penginformasian kepada publik.
Broadcast: Jangkau audiens masif! Pelajari definisi, strategi, dan cara efektif sebarkan informasi secara luas. Raih perhatian maksimal!
Di tengah arus informasi yang begitu deras, generasi muda harus memiliki kemampuan literasi media yang kuat agar dapat mencerna informasi dengan cerdas.
Media memiliki pengaruh sangat besar terhadap keberhasilan agensi PR.
GOOGLE dikabarkan tengah mengembangkan fitur ‘Tap To Edit’ untuk sistem balasan otomatis pada aplikasi pesan instan Google Massages, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna mengedit pesan.
Google memperkenalkan Veo 3.1, model AI terbaru yang mampu mengubah gambar menjadi video hingga resolusi 4K, lengkap dengan format vertikal dan dialog.
Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, platform milik Google ini merilis dan menguji berbagai fitur menarik.
Gmail berubah total di 2026 dengan AI Gemini. Simak cara baru menulis email di Gmail, fitur Help Me Write, AI Inbox, dan ringkasan email otomatis.
Google menambah rangkaian fitur berbasis Gemini di Gmail, termasuk tab baru “AI Inbox” yang membaca email pengguna lalu menyarankan daftar tugas (to-dos) serta topik penting
Google kembali meluncurkan inovasi berbasis kecerdasan buatan yang semakin mempermudah penggunaannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved