Sabtu 16 Januari 2021, 00:25 WIB

Kongres AS Soroti Masalah Uighur

Kongres AS Soroti Masalah Uighur

AFP
Wakil Ketua CECC dari Partai Demokrat, Jim McGovern

 

KOMISI bipartisan Kongres Amerika Serikat melaporkan Tiongkok mungkin telah melakukan genosida dalam perlakuannya terhadap Uighur dan muslim minoritas lainnya di wilayah barat Xinjiang.

Menurut Komisi Eksekutif Kongres untuk Tiongkok (CECC), bukti baru telah muncul dalam setahun terakhir bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan dan mungkin genosida sedang terjadi. CECC juga menuduh Tiongkok melecehkan warga Uighur di AS.

Tiongkok telah dikritik secara luas karena mendirikan kompleks di Xinjiang yang disebutnya sebagai pusat pelatihan kejuruan untuk membasmi ekstremisme dan memberi orang keterampilan baru, tetapi pihak Barat menyebutnya sebagai kamp konsentrasi. 

PBB mengatakan, setidaknya 1 juta warga Uighur dan muslim lainnya telah ditahan di Xinjiang. Namun, Beijing membantah semua tuduhan itu.

Wakil Ketua CECC dari Partai Demokrat, Jim McGovern, menyebut tindakan Tiongkok untuk menghancurkan hak asasi manusia itu mengejutkan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Dia mendesak Kongres dan pemerintahan Biden yang akan datang untuk meminta pertanggungjawaban Beijing.

“Amerika Serikat harus terus mendukung rakyat Tiongkok dalam perjuangan mereka dan memimpin dunia dalam satu tanggapan yang bersatu dan terkoordinasi terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pemerintah Tiongkok,” kata McGovern seperti dikutip situs Al Jazeera, kemarin.

Hubungan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu telah jatuh ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir karena ketidaksepakatan tentang berbagai masalah, termasuk hak asasi manusia, pandemi virus korona, perdagangan, spionase, dan undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan di Hong Kong. Kasus ini juga bisa menimbulkan masalah bagi Biden dan memperumit hubungannya dengan Beijing.

Di bawah hukum internasional, kejahatan terhadap kemanusiaan didefinisikan sebagai kejahatan yang meluas dan sistematis, sedangkan beban pembuktian genosida bisa lebih sulit dibuktikan.

Pada kesempatan terpisah, Dinas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS telah melarang masuknya semua produk kapas dan tomat dari Xinjiang ke AS atas tuduhan melibatkan kerja paksa oleh orang-orang Uighur yang ditahan. (Aiw/X-11)

Baca Juga

 Olivier DOULIERY / AFP

FBI Sebut Kerusuhan di Capitol adalah Terorisme Domestik

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 03 Maret 2021, 07:40 WIB
Direktur FBI Chris Wray mengutuk kerusuhan 6 Januari di Capitol AS dan menyebut peristiwa itu sebagai contoh terorisme domestik. ...
Dok Medcom.id

Tiga Wanita Pekerja Media Ditembak di Afghanistan

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 03 Maret 2021, 06:53 WIB
Tiga wanita yang bekerja untuk sebuah stasiun televisi Afghanistan dilaporkan tewas setelah ditembak di timur kota...
 SAUL LOEB / AFP

Sebut Navalny Diracuni, AS Jatuhkan Sanksi kepada Pejabat Rusia

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 03 Maret 2021, 06:26 WIB
AS menjatuhkan sanksi kepada pejabat senior Rusia ketika intelijen AS menyimpulkan bahwa Moskow mengatur untuk meracuni kritikus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya