Jumat 15 Januari 2021, 06:56 WIB

Hadapi Ancaman Keamanan, Washington Di-lockdown

Basuki Eka Purnama | Internasional
Hadapi Ancaman Keamanan, Washington Di-lockdown

AFP/Brendan Smialowski
Personel Garda Nasional berjaga-jaga di Capitol Hill menjelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS, 20 Januari mendatang.

 

PUSAT Kota Washington, Kamis (14/1), di-lockdown setelah lebih dari 20 ribu personel Garda Nasional diturunkan menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden Amrika Serikat (AS) .

Kepala Polisi Washington Robert Contee mengatakan ibu kota AS itu menghadapi sebuah ancaman keamanan besar, sepekan setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Gedung Capitol dalam upaya menghalangi pengesahan Biden sebagai pemenang pemilu AS.

Sehari setelah Trump dimakzulkan oleh Kongres dengan tuduhan mendukung aksi penyerbuan itu, lebih banyak barikade didirikan dan kawat berduri dipasang sebagai tindakan pencegahan menjelang hari pelantikan pada 20 Januari.

Baca juga: Trump kembali Alami Pemakzulan

Mayoritas pusat kota Washington ditutup untuk lalu lintas dan seorang wartawan menyebutnya mirip dengan Zona Hijau di Baghdad, Irak.

Secret Service, yang bertanggung jawab untuk masalah keamanan Washington, mempertimbangkan kemungkinan menutup seluruh wilayah National Mall, lapangan rumput tempat ribuan warga berkumpul merayakan pelantikan presiden AS.

Otoritas keamanan AS memperingatkan bahwa pendukung garis keras Trump yang bersenjata dan kemungkinan membawa peledak merupakan potensi ancaman di Washington selama beberapa pekan ke depan.

Dalam langkah yang sudah tidak diambil sejak 11 September 2001, FBI mengeluarkan buletin internal yang memperingatkan mengenai kemungkinan adanya kelompok bersenjata yang akan menyerang kantor pemerintah di 50 negara bagian AS untuk mengganggu proses pelantikan Biden.

"FBI menerima informasi mengenai sebuah kelompok bersenjata yang akan datang ke Washington, DC pada 16 Januari," ungkap FBI dalam buletin itu.

Surat kabar The New York Times melaporkan bahwa FBI telah meminta polisi di berbagai penjuru negara untuk waspada. (AFP/OL-1)

Baca Juga

Alexander NEMENOV / AFP

Meksiko Mungkin Setujui Vaksin Covid-19 Rusia dalam Beberapa Hari

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 11:13 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Meksiko Hugo Lopez-Gatell mengatakan pada Selasa (26/1) bahwa penggunaan darurat vaksin Sputnik V Covid-19 Rusia...
AFP/Justin Tallis

AstraZeneca Pastikan tak Jual Vaksin untuk UE ke Negara Lain

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Januari 2021, 11:10 WIB
"Kami jelas tidak mengambil vaksin dari orang Eropa untuk dijual di tempat lain untuk mendapatkan...
AFP/ROBIN VAN LONKHUIJSEN / ANP

Pemerintah Belanda Tegaskan tidak akan Tunduk pada Perusuh

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 27 Januari 2021, 10:58 WIB
Sedikitnya 400 orang telah ditahan di Belanda setelah negara itu memberlakukan aturan jam malam untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya