Jumat 15 Januari 2021, 01:50 WIB

Peneliti WHO Tiba di Wuhan Cari Tahu Asal-usul Covid-19

Peneliti WHO Tiba di Wuhan Cari Tahu Asal-usul Covid-19

AFP
Anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Hung Nguyen melambaikan tangan dari dalam bus

 

TIM ilmuwan internasional yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tiba di Kota Wuhan, Tiongkok tengah, hari ini, untuk menyelidiki asal-usul virus korona yang memicu pandemi.

Ahli penyakit hewan WHO Peter Ben Embare memimpin 10 pakar independen, menurut juru bicara WHO. Mereka diutamakan untuk tinggal di Wuhan.

“Tim akan menghabiskan dua minggu di karantina pada saat kedatangan dan dua minggu lagi untuk mewawancarai orang-orang dari lembaga penelitian, rumah sakit, dan pasar makanan laut di Wuhan tempat patogen baru diyakini telah muncul,” kata ahli biologi Vietnam Hung Nguyen.

Minggu lalu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyambut baik pengumuman Tiongkok tentang rencana kedatangan tim.

“Apa yang ingin kami lakukan dengan tim internasional dan mitra di Tiongkok ialah kembali ke lingkungan Wuhan, mewawancarai ulang kasus awal secara mendalam, mencoba menemukan kasus lain yang tidak terdeteksi pada saat itu, dan mencoba melihat jika kita bisa mendorong kembali sejarah kasus pertama,” kata Ben Embarek pada November.

Tiongkok telah mendorong narasi melalui media pemerintah bahwa virus itu ada di luar negeri sebelum ditemukan di Wuhan, mengutip adanya virus korona pada kemasan makanan beku impor dan makalah ilmiah yang mengklaim virus itu telah beredar di Eropa pada 2019.

“Kami mencari jawaban di sini yang dapat menyelamatkan kita di masa depan, bukan pelakunya dan bukan orang yang harus disalahkan,” kata pakar darurat utama dan Pejabat Tinggi Darurat WHO, Mike Ryan, kepada wartawan pekan ini.

Dia pun menambahkan, WHO bersedia pergi ke mana pun dan di mana pun untuk mengetahui bagaimana virus itu muncul.

Ahli virus di Erasmus University Medical Center di Belanda, Marion Koopmans dan anggota tim yang dipimpin WHO, mengatakan bahwa terlalu dini untuk mengatakan apakah virus SARS-CoV-2 telah melompat langsung dari kelelawar ke manusia atau memiliki inang hewan perantara.

“Pada tahap ini yang menurut saya dibutuhkan adalah pikiran yang sangat terbuka ketika mencoba mundur ke peristiwa yang pada akhirnya menyebabkan pandemi ini,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, Tiongkok melaporkan kematian akibat covid-19 pertama dalam delapan bulan pada Kamis (14/1). 

Sebelumnya, Tiongkok telah mampu mengendalikan penyebaran virus dengan lockdown ketat, pengujian massal, dan pembatasan perjalanan. Namun beberapa pekan terakhir, jumlah infeksi kembali meningkat, terutama di wilayah utara.

Komisi Kesehatan Nasional juga melaporkan 138 infeksi yang menjadi penambahan kasus tertinggi dalam sehari sejak Maret tahun lalu. (Awi/CNA/I-1)

Baca Juga

AFP/Marty MELVILLE

Selandia Baru akan Tetap Tutup Perbatasan Selama 2021

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 26 Januari 2021, 12:39 WIB
"Mengingat risiko yang tinggi di sekitar kita dan ketidakpastian vaksinasi, kami tidak akan membuka perbatasan sepanjang tahun...
JIM WATSON / AFP

AS Larang Masuk Pelancong dari Brasil, Afrika Selatan, dan Inggris

👤┬áNur Aivanni 🕔Selasa 26 Januari 2021, 12:25 WIB
Presiden AS Joe Biden, pada Senin (25/1), menandatangani perintah yang melarang sebagian besar warga negara non-AS yang baru-baru ini...
AFP/ Brandon Bell/Getty Images

Pasukan Garda Nasional Ditempatkan di Washington Hingga Maret

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 26 Januari 2021, 12:02 WIB
Otoritas keamanan AS khawatir terjadi aksi demonstrasi saat sidang pemakzulan itu dan aksi demonstrasi itu akan ditunggangi oleh kelompok...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya