Rabu 13 Januari 2021, 01:30 WIB

Herd Immunity tidak Mungkin di 2021

(AFP/Nur/Aiw/X-11) | Internasional
Herd Immunity tidak Mungkin di 2021

Sumber: WHO/Satgas Penanganan Covid-19/Tim Riset MI-NRCDukung

 

KEPALA Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan memperingatkan, meskipun banyak negara mulai meluncurkan program vaksinasi untuk menghentikan covid-19, kekebalan kelompok atau herd immunity sangat tidak mungkin terjadi tahun ini.

Kekebalan itu muncul saat mayoritas penduduk kebal terhadap penyakit karena telah divaksin atau karena penyakit sudah menyebar luas.

'Bahkan saat vaksin mulai melindungi yang paling rentan, kita tidak akan mencapai tingkat kekebalan populasi atau kekebalan kelompok di 2021. Bahkan jika itu terjadi di beberapa negara, itu tidak akan melindungi orang-orang di seluruh dunia," ujarnya, kemarin.

Pendapatnya itu muncul untuk mendesak masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan. "Vaksin akan diberikan ke berbagai negara. Sementara itu, kita harus tetap menjalankan protokol kesehatan, setidaknya selama setahun ini," tambahnya.

Dia juga memuji negara-negara serta perusahaan pembuat vaksin yang telah sukses menghasilkan vaksin dalam waktu tidak terlalu lama.

Para ilmuwan memperkirakan perlu ada tingkat vaksinasi sekitar 70% untuk menghasilkan kekebalan kelompok. Namun, ada yang khawatir bahwa sifat covid-19 yang sangat menular bisa membutuhkan ambang batas yang jauh lebih tinggi.

Terpisah, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS kemarin mengungkapkan bahwa hampir 9 juta warga Amerika telah menerima vaksinasi covid-19 pertama. Jumlah ini mewakili hampir sepertiga dari total 25 juta dosis yang didistribusikan ke negara bagian oleh pemerintah AS.

Presiden terpilih AS Joe Biden sedang mempertimbangkan untuk mengirim lebih banyak dosis vaksin ke negara bagian. Namun, pandemi masih merenggut rata-rata sekitar 3.200 jiwa di seluruh AS setiap hari selama seminggu terakhir.

Sementara itu, perusahaan pembuat vaksin Moderna mengatakan kekebalan dari vaksin covid-19 Moderna bisa bertahan setidaknya satu tahun.

Produsen obat itu juga yakin bahwa teknologi messenger RNA (mRNA) yang digunakannya cocok untuk menyebarkan vaksin berdasarkan varian baru virus korona yang telah muncul di beberapa negara. Moderna sejauh ini sudah mengirim antara 600 juta dosis dan 1 miliar dosis vaksin. (AFP/Nur/Aiw/X-11)

Baca Juga

ANTARA/Pavlo Gonchar / SOPA Images via Reuters/Sipa USA/pri.

Waspada Omicron, Jepang Minta Maskapai Setop Terima Pemesanan Tiket

👤Nur Avianni 🕔Rabu 01 Desember 2021, 16:57 WIB
Pemerintah Jepang telah memperketat tindakan perbatasannya yang keras, dengan melarang masuknya semua non-warga negara yang datang dari 10...
AFP/Pius Utomi Ekpei.

Nigeria Konfirmasi Kasus Pertama Varian Omicron

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 01 Desember 2021, 15:47 WIB
Wabah virus korona telah menewaskan 2.976 orang dan menginfeksi 214.113 di Nigeria, menurut statistik resmi, tetapi angka sebenarnya...
Ilustrasi

Tiongkok Buru Warga Negara Taiwan Lewat Deportasi Paksa

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 01 Desember 2021, 15:39 WIB
. Tekanan tersebut meningkat sejak Tsai Ing-wen terpilih sebagai presiden lima tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya