Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

CoFREE Diinisiasi untuk Pengembangan Ekonomi Hijau

Mediaindonesia.com
09/12/2020 13:41
CoFREE Diinisiasi untuk Pengembangan Ekonomi Hijau
Peluncuran seri webinar yang berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Indonesia untuk Victoria dan Tasmania pada 1-4 Desember lalu.(Dok. Pribadi)

PERUSAHAAN yang dimiliki oleh diaspora Indonesia di Australia, Next Frontier dan NXF Media serta mitranya di Indonesia, Anwar Muhammad Foundation, melahirkan Collaboration on Fostering Recovery through Economic Empowerment (CoFREE). Kemitraan ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi hijau dan berkelanjutan sebagai terobosan baru pascacovid-19.

Peluncuran seri webinar yang berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Indonesia untuk Victoria dan Tasmania pada 1-4 Desember lalu menandai inagurasi inisitatif tersebut. Dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Rabu (9/12/2020), sejumlah pihak ikut menyampaikan pemaparan mulai dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Global Reporting Initiative (GRI), Fair Trade Asia-Pacific, dan United Nations Development Programme (UNDP). 

Direktur Layanan Teknologi dan Informasi untuk Pemerintah dan Masyarakat (LTIPM) BAKTI Kominfo Danny Januar Ismawan mengatakan, kerja sama dengan CoFREE akan membantu BAKTI dalam membangun ekosistem digital serta memberdayakan petani melalui penyediaan pengetahuan, informasi, sertifikasi dan akses pasar. "Karena kesamaan visi tersebut, CoFREE dan BAKTI dapat bersinergi dalam pengembangan ekonomi hijau dan berkelanjutan,” kata Danny. 

CoFREE lahir dari keyakinan dari potensi alami Indonesia dapat menambah nilai signifikan bagi rantai nilai global untuk produk hijau dan ramah lingkungan. Hal itu bisa dicapai melalui kolaborasi multi pihak skala mikro dan makro dalam melaksanakan prinsip-prinsip ekonomi hijau, rendah karbon, dan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable 
Development Goals/SDGs) dalam cara yang berkelanjutan dan produktif. 

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas yang juga staf ahli Menteri PPN bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pembentukan CoFREE sebagai inisiatif multipihak yang melibatkan banyak pemangku kepentingan baik publik maupun swasta akan membantu berkontribusi pada upaya Indonesia untuk mencapai SDGs pada 2030.

"Upaya Indonesia untuk mencapai SDGs pada 2030 ikut terbantu dengan adanya inisiatif kemitraan multipihak ini," tukas Amalia. 

CoFREE akan memungkinan produsen lokal untuk mengakses pasar yang lebih besar dan mengekspor barang mereka ke dunia yang lebih luas dan pada saat yang bersamaan mendatangkan manfaat bagi rantai nilai global. Dilakukan pula pemberdayaan petani lokal dengan informasi tentang pasar, pelatihan, literasi digital dan finansial, dan konektivitas internet. 

Konsul Jenderal untuk Victoria dan Tasmania, Spica ATutuhatunewa mengatakan,  kesepakatan kemitraan komperehensif antara Indonesia dan Australia (IA-CEPA) serta adanya inisiatif CoFREE akan 
memberikan kesempatan kepada petani dan nelayan Indonesia serta UMKM lainnya di Indonesia untuk memproduksi produk-produk hijau yang berkelanjutan dan ethis yang banyak diminati oleh masyarakat Australia.

Saat ini, fokus utama dari inisiatif CoFREE adalah mengembangkan komunitas penghasil kopi di Indonesia agar mereka dapat mengekspor biji kopi fair-trade berkualitas tinggi ke Australia yang berdekatan dengan Indonesia dan 
merupakan pengimpor bersih kopi. Tidak hanya itu, CoFREE diharapkan menjadi kekuatan pendorong dalam kebangkitan ekonomi lokal yang terdampak pandemi. (RO/A-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya