Jumat 04 Desember 2020, 21:39 WIB

Palestina Kecam Bahrain Buka Impor dari Permukiman Ilegal Israel

Mediaindonesia.com | Internasional
Palestina Kecam Bahrain Buka Impor dari Permukiman Ilegal Israel

AFP/Menahem Kahana
.

 

KINI impor Bahrain dari Israel tidak akan membedakan antara produk yang dibuat di Israel dan produk dari permukiman ilegal di wilayah pendudukan. Langkah ini mendapat kecaman dari Palestina.

Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) meresmikan hubungan dengan Israel pada 15 September lalu dalam kesepakatan yang disponsori Amerika Serikat. Negara-negara Teluk tersebut meminta kesepakatan itu menangguhkan rencana Israel untuk mencaplok permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.

Namun Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Pariwisata Bahrain Zayed bin Rashid Al Zayani menyuarakan keterbukaan untuk impor dari permukiman ilegal. “Kami akan memperlakukan produk Israel sebagai produk Israel. Jadi kami tidak punya masalah dengan label atau asal," katanya saat berkunjung ke Israel.

Di bawah pedoman Uni Eropa, produk permukiman harus diberi label yang jelas seperti saat diekspor ke negara anggota UE. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump bulan lalu menghapus perbedaan pabean AS antara barang yang dibuat di Israel dan permukiman ilegal.

Pernyataan Al Zayani dikecam oleh Wasel Abu Youssef dari Organisasi Pembebasan Palestina sebagai langkah yang bertentangan dengan resolusi internasional dan PBB.

Dia mendesak negara-negara Arab untuk tidak mengimpor produk dari Israel. Ini penting dilakukan untuk mencegah produk Israel merambah pasar Arab untuk memperkuat ekonominya.

Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2334 yang disahkan pada 2016 meminta negara-negara untuk membedakan antara wilayah negara Israel dengan wilayah yang diduduki sejak 1967.

Warga Palestina yang tidak memiliki kewarganegaraan berharap untuk menciptakan negara merdeka mereka sendiri di Tepi Barat yang diduduki, Gaza, dan Yerusalem Timur sebagai bagian dari solusi dua negara. Akan tetapi masalah permukiman ilegal Yahudi di tanah yang direbut Israel dalam perang 1967 telah lama menjadi sandungan. Ini memblokir proses perdamaian yang sekarang menemui jalan buntu.

Mereka sekarang khawatir bahwa hubungan yang menghangat antara negara-negara Teluk dan Israel, bersama dengan dukungan kuat Trump untuk Israel, telah merusak aspirasi mereka.

Tidak jelas posisi negara-negara Teluk lain tentang impor dari pemukiman ilegal. Tetapi warga Israel yang memiliki pabrik anggur dari tanaman anggur di Dataran Tinggi Golan yang diduduki akan menjual produknya di UEA.

Israel mengharapkan perdagangan dengan Bahrain bernilai sekitar US$220 juta pada 2021. Ini di luar kemungkinan kesepakatan pertahanan dan pariwisata.

Al Zayani mengatakan maskapai Bahrain Gulf Air untuk sementara dijadwalkan untuk memulai penerbangan ke Tel Aviv pada 7 Januari. "Kami terpesona betapa terintegrasi sektor teknologi informasi dan inovasi di Israel telah diterapkan dalam setiap aspek kehidupan," katanya.

Dia mengecilkan spekulasi di Israel bahwa warganya yang mengunjungi Bahrain dapat menghadapi risiko pembalasan atas pembunuhan seorang ilmuwan nuklir Iran yang dituduhkan Teheran kepada agen Israel.

"Kami tidak melihat ancaman apa pun," katanya. "Karena itu kami tidak melihat persyaratan untuk keamanan tambahan atau perlakuan khusus untuk orang Israel." (Aljazeera/OL-14)

Baca Juga

AFP

Lima Senator AS Kunjungi Taiwan, Tiongkok Marah Lagi

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 15 Agustus 2022, 12:12 WIB
 Penyebabnya karena Washington mengirim sejumlah pejabat ke pulau yang masuk peta satu-China...
Newsweek

Mantan Presiden Afganistan Salahkan AS

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 15 Agustus 2022, 11:50 WIB
Konteks pembicaraan Ghani terkait kesepakatan AS dengan negara tersebut. Dia mengkritik pemerintah Afghanistan yang dikeluarkan dari...
AFP/CHARLY TRIBALLEAU

Kondisi Rushdie Membaik Pascapenusukan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 15 Agustus 2022, 11:00 WIB
"Dia telah dilepaskan dari ventilator yang berarti perjalanan menuju sembuh telah dimulai. Perjalanan itu akan panjang karena luka...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya