Kamis 03 Desember 2020, 15:53 WIB

Topan Burevi Hantam Wilayah Sri Lanka

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Topan Burevi Hantam Wilayah Sri Lanka

AFP
Wilayah pesisir Sri Lanka yang diselimuti awan gelap. 

 

TOPAN Burevi melanda wilayah Sri Lanka. Namun, tidak terjadi kerusakan signifikan di negara kepulauan tersebut.

Diketahui, Topan Burevi merupakan topan kedua dalam sepekan terakhir yang menghantam wilayah selatan Teluk Benggala. Angin berkecepatan hingga 100 kilometer (km) per jam melanda sebagian negara.

Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa dan kerusakan parah akibat terjangan angin topan.

"Ada hujan dan angin kencang, tetapi topan itu tidak menyebabkan kerusakan besar di daerah kami," ujar seorang reporter lokal di Trincomalee, Mangalanath Liyanarachchi, melalui sambungan telepon.

Baca juga: Topan Molave Hantam Vietnam, 13 Tewas dan Puluhan Hilang

Ribuan orang yang tinggal di sepanjang pantai telah diminta untuk mengevakuasi diri ke daerah yang lebih tinggi. Saat ini, mereka dilaporkan sudah kembali ke rumah.

Sebelumnya, Pusat Manajemen Bencana (DMC) Sri Lanka mengeluarkan peringatan waspada. Berikut, meminta nelayan untuk tidak melaut.

Otoritas Sri Lanka juga memerintahkan penutupan sekolah di sepanjang jalur siklon selama tiga hari. Topan Burevi diperkirakan mendarat di negara bagian Tamil Nadu di selatan India. Kemudian, bergerak ke barat menuju wilayah Kerala.

Pasukan Tanggap Bencana Nasional India telah mengerahkan puluhan tim bantuan dan penyelamat untuk kedua negara bagian. Itu sebagai langkah tanggap darurat pascahantaman topan.

Baca juga: Badai Eta Hantam Amerika Tengah, Puluhan Orang Tewas

Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan pemerintah pusat siap memberikan segala bantuan yang diperlukan. "Kami berdoa untuk keselamatan dan kesejahteraan warga yang tinggal di daerah bencana," tutur Modi.

Pekan lalu, topan yang lebih kuat melanda wilayah utara Sri Lanka. Serta, menghantam wilayah Tamil Nadu dengan kekuatan penuh. Terjangan topan menumbangkan pohon dan menyebabkan hujan lebat.

Sri Lanka, India dan Bangladesh bergantung pada musim hujan untuk pembangkit listrik dan irigasi. Namun setiap tahun, hujan lebat dan badai menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan.(CNA/OL-11)

Baca Juga

PETIT TESSON / POOL / AFP

Uni Eropa akan Buka Misi Diplomatik Bersama di Afghanistan

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 17:30 WIB
Barat telah lama mencari cara untuk terlibat dengan Taliban setelah kelompok itu mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada...
Hector RETAMAL / AFP

Taliban Keluarkan Dekrit Wanita Tidak Boleh Dipaksa Menikah

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:38 WIB
Pemerintah Taliban Afghanistan mengeluarkan dekrit tentang hak-hak perempuan yang menyatakan bahwa perempuan tidak boleh dianggap...
AFP/US Marshals.

Polisi Cari Orangtua Tersangka Penembakan di Sekolah Michigan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:08 WIB
Tidak seperti beberapa negara bagian, Michigan tidak secara hukum mewajibkan pemilik senjata untuk mengamankan senjata api mereka dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya