Sabtu 28 November 2020, 16:15 WIB

Korsel Gagalkan Upaya Korut Retas Pembuat Vaksin Covid-19

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Korsel Gagalkan Upaya Korut Retas Pembuat Vaksin Covid-19

Medcom.id
Ilustrasi

 

BADAN Intelijen Korea Selatan menggagalkan upaya Korea Utara untuk meretas perusahaan Korea Selatan yang mengembangkan vaksin covid-19.

Anggota komite intelijen parlemen Ha Tae-keung mengatakan bahwa badan tersebut tidak merinci berapa banyak dan perusahaan obat mana yang menjadi sasaran, tetapi tidak ada kerusakan dari upaya peretasan.

Baca juga: Iran akan Balas Dendam Atas Kematian Ilmuwan Nuklirnya

Pernyataan itu muncul setelah Microsoft mengatakan awal bulan ini bahwa peretas yang bekerja untuk pemerintah Rusia dan Korea Utara telah mencoba masuk ke jaringan tujuh perusahaan farmasi dan peneliti vaksin di Kanada, Prancis, India, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Pengarahan tertutup yang dilakukan oleh NIS, membagikan intelijen dan analisis dengan rekan-rekan di antara tetangga utama, memberikan akses publik yang langka pada informasi tentang Korea Utara yang tertutup.

Ha dan anggota lainnya Kim Byung-kee mengatakan, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah melakukan beberapa tindakan tidak masuk akal karena paranoia covid-19.

Mereka mengatakan, tindakan itu termasuk melarang penangkapan ikan dan produksi garam karena khawatir air laut mungkin telah terkontaminasi virus, dan menelantarkan sekitar 110 ribu ton beras dari Tiongkok di pelabuhan Dalian di timur laut Tiongkok.

"Dia telah mengekspresikan emosi yang berlebihan, kemarahan dan tanda-tanda stres, dan semakin memberikan perintah yang tidak masuk akal," kata Ha.

Baca juga: Peru Pesan 23 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Korea Utara belum mengonfirmasi kasus covid-19, tetapi NIS mengatakan wabah di sana tidak dapat diremehkan, karena negara itu memiliki perdagangan aktif dan pertukaran orang-ke-orang dengan Tiongkok sebelum menutup perbatasan pada akhir Januari.

Pyongyang belum mengeluarkan tanggapan resmi terhadap pemilihan presiden AS baru-baru ini, tetapi pemerintah telah mendesak semua misi diplomatik luar negeri untuk berhati-hati dan tidak memprovokasi Amerika Serikat. (CNA/OL-6)

Baca Juga

AFP

Berbeda dengan Trump, Kebijakan Biden Banyak Fokus pada Lingkungan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 24 Januari 2021, 19:24 WIB
Selama empat tahun masa jabatannya, Trump membatalkan sekitar 100 peraturan tentang iklim dan...
AFP

Hari Ini Mesir Luncurkan Vaksinasi Sinopharm

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 24 Januari 2021, 17:55 WIB
Negara terpadat di wilayah Arab itu menerima gelombang pertama vaksin Sinopharm pada Desember...
AFP/Heiko Junge

Temukan Varian Covid-19 Asal Inggris, Oslo Perketat Pembatasan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Januari 2021, 12:32 WIB
Dua penghuni panti jompo itu, keduanya berusia di atas 90 tahun, dipastikan tewas karena varian covid-19 asal Inggris...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya