Selasa 24 November 2020, 04:00 WIB

Sidney Powell Dikeluarkan dari Tim Hukum Donald Trump

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Sidney Powell Dikeluarkan dari Tim Hukum Donald Trump

AFP
Sidney Powell

 

TIM hukum kampanye Donald Trump memutuskan hubungan dengan pengacara Sidney Powell usai wanita tersebut membuat pernyataan yang keliru terkait proses pemungutan suara, dan teori konspirasi yang rumit, serta bersumpah akan meledakkan Georgia dengan tuntutan hukum.

“Sidney Powell mempraktikkan hukum sendiri. Dia bukan anggota tim legal Trump. Dia juga bukan pengacara untuk Presiden dalam kapasitas pribadinya, ” kata Giuliani dan pengacara Trump lainnya, Jenna Ellis dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: AstraZeneca Sebut Efektivitas Vaksin Mencapai 90 Persen

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya keributan yang lebih lanjut dalam tim legal Trump setelah mereka kalah dalam kasus demi kasus di negara bagian sebagai upaya membatalkan hasil pemilu 3 November. Firma hukum telah menarik diri dari kasus-kasus tersebut, dan dalam sebagai kejutan terakhir, seorang hakim federal menolak upaya tim sukses Trump untuk menggagalkan hasil penghitungan suara di Pennsylvania dan menyebut bahwa argument mereka tidak memiliki bukti.

Sebelumnya, Trump telah mengumumkan peran Powell sebagai salah satu pengacaranya. Melalui cuitan di Twitter pada 14 November lalu, Trump menyebut bahwa Powell adalah bagian dari tim pengacara dan perwakilan yang luar biasa yang dipimpin oleh Giuliani.

Powell menjadi perbincangan akibat pernyataannya pada konferensi pers Kamis lalu di mana, bersama dengan Giuliani dan Ellis, dia mengungkapkan bahwa server yang menampung bukti penyimpangan pemungutan suara terletak di Jerman. Selain itu, dia menuding perangkat lunak pemungutan suara yang digunakan oleh Georgia dan negara bagian lain dibuat sesuai arahan dari mendiang Presiden Venezuela Hugo Chavez dan suara untuk Trump mungkin telah dialihkan untuk mendukung Presiden terpilih Joe Biden.

Dalam wawancara berikutnya, dia tampak menuduh gubernur Republik Georgia, Brian Kemp, dan sekretaris negara bagian tersebut sebagai bagian dari konspirasi yang melibatkan kontrak sistem pemungutan suara yang menurutnya merugikan pemilihan kembali Trump.

"Georgia mungkin akan menjadi negara bagian pertama yang akan saya ledakkan dan tuan Kemp serta sekretaris negara harus ikut serta," katanya. (Ap News/OL-6)
 

Baca Juga

AFP

Anggota Parlemen ke Klub Malam, PM Jepang Minta Maaf

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Januari 2021, 15:00 WIB
PM Jepang Yoshihide Suga, meminta maaf setelah anggota parlemennya mengunjungi klub malam. Sebab tidak memberi contoh baik bagi masyarakat...
AFP/	MIKHAIL KLIMENTYEV

Putin Ajukan RUU untuk Perpanjang Pakta Nuklir dengan AS

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Januari 2021, 14:33 WIB
Pada 26 Januari 2021, Rusia dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan tentang perpanjangan perjanjian NEW START selama lima...
AFP/Sajjad Hussain

Jalan Ditutup Usai Kerusuhan Petani di Delhi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 27 Januari 2021, 13:45 WIB
Kekerasan menunjukkan peningkatan perselisihan antara pemerintah dan ribuan petani yang berkemah di pinggiran kota sejak akhir...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya