Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
ARAB Saudi berhak mempersenjatai diri dengan senjata nuklir jika saingan regionalnya, Iran, tidak dapat dihentikan untuk membuatnya.
"Ini pasti suatu pilihan,” kata Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir kepada kantor berita DPA dalam wawancara baru-baru ini. Jika Iran menjadi negara nuklir, katanya, lebih banyak negara akan mengikuti.
"Dan Arab Saudi telah membuatnya sangat jelas bahwa mereka akan melakukan apa saja untuk melindungi rakyatnya dan melindungi wilayahnya."
Teheran telah berupaya dalam penggunaan tenaga nuklir selama beberapa dekade. Pada 2015, mereka menandatangani kesepakatan nuklir penting dengan kekuatan dunia untuk menghentikan pengembangan bom dengan imbalan pencabutan sanksi.
Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2018 secara sepihak menarik negaranya dari kesepakatan itu dan membawanya ke ambang kegagalan.
Pemerintahan Trump menginginkan program yang lebih luas dan diakhirinya campur tangan regional Iran. Posisi ini didukung oleh Arab Saudi.
"Kami yakin rakyat Iran akan menanggapi tekanan itu," kata al-Jubeir.
Ditanya perubahan yang dia antisipasi saat Presiden terpilih Joe Biden mengambil alih pada Januari, dia berkata, "Kita harus lihat."
Biden telah berjanji untuk kembali ke kesepakatan nuklir. Tapi, dia akan berusaha untuk menekan kegiatan regional Iran dan program rudalnya.
Pekan lalu, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mendesak dunia untuk mengambil sikap tegas dalam menangani upaya Iran untuk mengembangkan program nuklir dan rudal balistiknya.
Sebagai tanggapan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh meminta kerajaan untuk menahan diri dari tuduhan tak berdasar dan menyebar kebencian. (Aljazeera/OL-14)
Bagi Iran, ini cukup sederhana. Selama mereka tidak kalah, mereka menang
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Dia juga ditanya apakah perang akan berakhir minggu ini, dan dia menjawab tidak, tetapi akan segera berakhir.
Penasihat Donald Trump mendesak jalan keluar cepat dari konflik Iran seiring lonjakan harga minyak. Trump janji perang segera usai, tetapi kemenangan belum pasti.
Keputusan ini pun memunculkan pertanyaan besar: apakah ini murni keputusan internal Iran, atau ada dinamika geopolitik yang lebih besar di baliknya?
HARGA minyak dunia sempat anjlok tajam di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan perang bisa segera berakhir.
Bagi Iran, ini cukup sederhana. Selama mereka tidak kalah, mereka menang
Kepulangan mereka melalui proses penerbangan dengan maskapai Turkish Airlines dengan jalur Baku, Azerbaijan dan diterbangkan ke Jakarta.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Dia juga ditanya apakah perang akan berakhir minggu ini, dan dia menjawab tidak, tetapi akan segera berakhir.
Surat Megawati kepada Mojtaba Khamenei itu diserahkan kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi.
DI tengah situasi Timur Tengah yang memanas akibat konflik antara Iran-Israel dan Amerika Serikat, geliat jemaah umrah asal Sulawesi Selatan justru menunjukkan grafik yang kontras.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved