Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAHAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Senin (26/10), menjatuhkan sanksi baru untuk sektor minyak Iran termasuk pada penjualan minyak ke Suriah dan Venezuela.
Pemerintahan Trump, sejak 2018, memberlakukan serangkaian sanksi dalam upaya mengakhiri ekspor minyak Iran, dalam upaya mencekik sumber penghasilan musuh sekutu AS di kawasan itu, Arab Saudi dan Israel.
Dalam sanksi baru itu, AS menetapkan Perusahaan Minyak Nasional Iran, Kementerian Perminyakan Iran, dan Perusahaan Tanker Iran sebagai lembaga teror.
Baca juga: Senat Kukuhkan Barrett Sebagai Hakim Mahkamah Agung AS
Ketiga lembaga itu disebut terkait dengan pasukan elite Garda Nasional, Al-Quds, yang telah dinyatakan sebagai organisasi teror oleh AS.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan sanksi baru itu merupakan peringatan bagi negara-negara yang masih membeli minyak mentah dari Iran.
"Sanksi ini merupakan langkah penting dalam memaksimalkan tekanan terhadap kemampuan rezim Iran mengancam negara tetangga mereka serta mengacaukan kawasan Timur Tengah," ujar Pompeo dalam sebuah pernyataan resmi. (AFP/OL-1)
Pendeta Franklin Graham memicu kontroversi di Gedung Putih setelah mengklaim Iran ingin memusnahkan Yahudi dan menyebut Donald Trump dipilih Tuhan.
Penilaian tersebut juga menunjukkan bahwa Iran masih menyimpan banyak rudal serta rudal jelajah pertahanan pesisir dalam jumlah yang signifikan.
Pola tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak negara sedang bernegosiasi dengan Iran untuk mengamankan jalur bagi kapal melalui Selat Hormuz.
Menurut anggaran Badan Pertahanan Rudal AS pada 2025, radar AN/TPY-2 berharga 136 juta dolar Amerika (sekitar Rp2,31 triliun).
Menurut Panetta, seiring berlanjutnya konflik, risiko terhadap infrastruktur produksi dan distribusi energi juga semakin meningkat.
Sekitar 20 juta barel minyak melintasi selat tersebut setiap hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved