Senin 26 Oktober 2020, 15:29 WIB

Aturan Darurat Ditolak Raja, Posisi Muhyiddin Makin Tertekan

Faustinus Nua | Internasional
Aturan Darurat Ditolak Raja, Posisi Muhyiddin Makin Tertekan

Mohd RASFAN / AFP
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin

 

PERDANA Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menghadapi seruan untuk mengundurkan diri pada hari Senin (26/10) lantaran adanya keraguan terkait dukungan untuk pemerintahannya, setelah raja menolak permintaan perbelakuan keadaan darurat untuk memerangi pandemi Covid-19.

Muhyiddin telah meminta aturan darurat di tengah lonjakan baru infeksi di Malaysia dan pandemi global yang telah menghantam perekonomian. Tetapi para kritikus menuduhnya menggunakan alasan untuk menangguhkan parlemen dan menghindari ujian terhadap mayoritas parlemen yang rendah.

Penolakan Raja Al-Sultan Abdullah terlihat semakin mengikis cengkeraman Muhyiddin pada kekuasaan. Hal itu hanya berselang sebulan setelah pemimpin oposisi Anwar Ibrahim mengklaim mendapat dukungan mayoritas di parlemen, termasuk dari pembelot aliansi yang berkuasa, untuk membentuk pemerintahan baru.

Menolak permintaan Muhyiddin pada hari Minggu, raja juga meminta politisi untuk mengakhiri politik yang dapat mengganggu kestabilan pemerintah. Pasalanya, menurut raja telah mempengaruhi penanganan pandemi dengan baik.

Tetapi para pemimpin partai lain dalam koalisi Muhyiddin dan oposisi mengkritik langkahnya untuk mencari kekuatan darurat dan memintanya untuk mundur setelah tawaran itu gagal.

"Syukurlah, Yang Mulia Raja tidak terpengaruh oleh permainan politik yang dapat menyeret negara ke wilayah yang lebih kritis," kata Ahmad Puad Zarkashi, seorang pemimpin senior di Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) - partai terbesar dalam koalisi yang berkuasa.

“Kesejahteraan rakyat lebih penting. Seharusnya Muhyiddin turun,” tambah Puad.

Anggota parlemen oposisi Wong Chen mengatakan proposal "jahat" Muhyiddin telah ditolak oleh raja. Untuk itu, perdana menteri harus mengundurkan diri atau memecat menteri yang mengusulkan keadaan darurat.

Malaysia jatuh ke dalam ketidakstabilan politik pada akhir Februari setelah pengunduran diri perdana menteri sebelumnya, politisi veteran Mahathir Mohamad, setelah koalisinya pecah. Kemudian, mantan sekutunya Muhyiddin membentuk aliansi baru dengan UMNO untuk menjadi perdana menteri.

Dalam beberapa minggu, Muhyiddin dihadapkan pada krisis virus korona, tetapi koalisi baru yang berkuasa juga dilanda pertikaian, dengan UMNO berusaha untuk memberikan pengaruh yang lebih besar. Beberapa pemimpin UMNO yang tercemar korupsi, terutama mantan perdana menteri Najib Razak, telah mencoba menghidupkan kembali kekayaan politik mereka.

Politisi negara, bagaimanapun, dapat dipengaruhi oleh seruan raja untuk menghindari politik, dan mengutamakan kebutuhan bangsa, kata para analis.

"Raja tampaknya mengirimkan sinyal bahwa pemerintah hari ini akan bertahan, dan anggaran harus disahkan, dan tidak boleh ada perubahan politik, setidaknya untuk saat ini," kata Shazwan Mustafa Kamal, seorang senior yang berasosiasi dengan konsultan risiko politik dan kebijakan Vriens & Partners.

Muhyiddin mengadakan rapat kabinet pada hari Senin. Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, perdana menteri mengatakan kabinet akan membahas penolakan raja atas permintaannya.(CNA/OL-4)

Baca Juga

Twitter @JustinTrudeau

Trudeau Gunakan Meme Sanders untuk Cegah Warga Kanada Keluar Rumah

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Januari 2021, 07:06 WIB
Pada Sabtu (23/1), Trudeau mengunggah fotonya melakukan konferensi pers di Twitter sembari menampilkan foto Sanders yang sedang duduk...
JOSHUA ROBERTS / AFP

Pembawa Acara TV dan Radio Legendaris Larry King Tutup Usia

👤Adiyanto 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 22:50 WIB
lKing telah berjuang melawan covid-19 selama berminggu-minggu dan telah menderita beberapa masalah kesehatan dalam beberapa tahun...
 ANTARA Foto/Faizal

Malaysia Catat Angka Tertinggi Covid-19 Sebanyak 4.275 Kasus

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 21:28 WIB
Negara Bagian Selangor terus mencatatkan penambahan kasus harian tertinggi yaitu sebanyak 1.421 dalam tempo 24...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya