PEKAN lalu atau tepatnya Senin (11/5) lalu, sebuah kejutan mencuat di
‘Negeri Piramida’. Menteri Kehakiman Mahfouz Saber mendadak menyatakan
mengundurkan diri. Sebagai seorang yang bertanggung jawab atas tegaknya
keadilan, pengunduran diri Saber dianggap sebagian masyarakat Mesir
sebagai suatu kewajaran.
Bila menengok kenapa Saber mendadak
mundur, ternyata hal itu dipicu pernyataan anak-anak miskin saat
diwawancarai seorang wartawan televisi. Sebelum ia mundur, sebuah
stasiun televisi mewawancarai anak-anak yang bekerja sebagai pemulung
sampah.
Saat itu, reporter televisi itu bertanya, "Apakah
cita-cita kalian?" Kendati dari latar belakang keluarga miskin,
anak-anak memberi jawaban bervariasi soal cita-cita mereka kelak.
Namun,
saat reporter bertanya kenapa para pemulung itu tidak mau bercita-cita
menjadi seorang hakim, jawaban mengejutkan terucap dari para pemulung
kecil tersebut. "Menjadi seorang hakim sangat hina," ucap mereka yang
disiarkan televisi lokal.
Pernyataan para pemulung
sampah ramai diperbincangkan di media sosial. Pernyataan anak-anak
tersebut justru mendapat pujian. Pasalnya, masyarakat Mesir mengakui
para hakim kerap memberi vonis sesuai dengan keinginan penguasa.
Para
hakim akan menghukum seberat-beratnya para penentang pemerintahan
Presiden Abdul Fatah al-Sisi. Sebaliknya, mereka akan bersikap lembut
kepada para tokoh yang dekat dengan penguasa seperti mantan diktator
Presiden Hosni Mubarak, 87, dan anak-anaknya, yang justru dibebaskan
dari hukuman penjara.
Namun, para pejabat di bawah pemerintahan
Presiden Al-Sisi memiliki argumen sendiri soal pengunduran diri Saber.
Perdana Menteri Ibrahim Mahlab mengatakan pengÂunduran diri Saber
sebagai bentuk ‘penghormatan kepada pendapat masyarakat’.
Dalam
wawancara pekan lalu dengan stasiun televisi swasta Saluran 10, Saber
yang kerap menunjukkan para hakim yang disukainya memberikan jawaban
atas pengunduran dirinya. Dia membantah mundur karena ucapan pemulung
sampah.
"Apakah anak pemulung sampah bisa menjadi seorang hakim?
Itu bukan tidak mungkin," ucap Saber. Dia menambahkan anak tukang sapu
tidak cocok menjadi seorang hakim.(Aljazeera/Drd/I-1)