Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Cita-Cita Menjadi Hakim Terlalu Hina

18/5/2015 00:00
Cita-Cita Menjadi Hakim Terlalu Hina
(dailynewsegypt.com)
PEKAN lalu atau tepatnya Senin (11/5) lalu, sebuah kejutan mencuat di ‘Negeri Piramida’. Menteri Kehakiman Mahfouz Saber mendadak menyatakan mengundurkan diri. Sebagai seorang yang bertanggung jawab atas tegaknya keadilan, pengunduran diri Saber dianggap sebagian masyarakat Mesir sebagai suatu kewajaran.

Bila menengok kenapa Saber mendadak mundur, ternyata hal itu dipicu pernyataan anak-anak miskin saat diwawancarai seorang wartawan televisi. Sebelum ia mundur, sebuah stasiun televisi mewawancarai anak-anak yang bekerja sebagai pemulung sampah.

Saat itu, reporter televisi itu bertanya, "Apakah cita-cita kalian?" Kendati dari latar belakang keluarga miskin, anak-anak memberi jawaban bervariasi soal cita-cita mereka kelak.

Namun, saat reporter bertanya kenapa para pemulung itu tidak mau bercita-cita menjadi seorang hakim, jawaban mengejutkan terucap dari para pemulung kecil tersebut. "Menjadi seorang hakim sangat hina," ucap mereka yang disiarkan televisi lokal.              

Pernyataan para pemulung sampah ramai diperbincangkan di media sosial. Pernyataan anak-anak tersebut justru mendapat pujian. Pasalnya, masyarakat Mesir mengakui para hakim kerap memberi vonis sesuai dengan keinginan penguasa.

Para hakim akan menghukum seberat-beratnya para penentang pemerintahan Presiden Abdul Fatah al-Sisi. Sebaliknya, mereka akan bersikap lembut kepada para tokoh yang dekat dengan penguasa seperti mantan diktator Presiden Hosni Mubarak, 87, dan anak-anaknya, yang justru dibebaskan dari hukuman penjara.

Namun, para pejabat di bawah pemerintahan Presiden Al-Sisi memiliki argumen sendiri soal pengunduran diri Saber. Perdana Menteri Ibrahim Mahlab mengatakan peng­unduran diri Saber sebagai bentuk ‘penghormatan kepada pendapat masyarakat’.             

Dalam wawancara pekan lalu dengan stasiun televisi swasta Saluran 10, Saber yang kerap menunjukkan para hakim yang disukainya memberikan jawaban atas pengunduran dirinya. Dia membantah mundur karena ucapan pemulung sampah.

"Apakah anak pemulung sampah bisa menjadi seorang hakim? Itu bukan tidak mungkin," ucap Saber. Dia menambahkan anak tukang sapu tidak cocok menjadi seorang hakim.(Aljazeera/Drd/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya