Rabu 21 Oktober 2020, 02:05 WIB

Trump Cabut Sudan dari Daftar Negara Proteroris

Ferdian Ananda Majni | Internasional
Trump Cabut Sudan dari Daftar Negara Proteroris

AFP
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada wartawan saat berada di pesawat Air Force One

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawari Sudan penghapusan dari daftar hitam negara sponsor terorisme. Namun, Trump meminta kompensasi sebesar US$335 juta atau sekitar Rp4,9 triliun untuk korban dan kerabat dari serangan sebelumnya.

‘Akhirnya, keadilan untuk rakyat Amerika dan langkah besar untuk Sudan!’ Trump menulis di Twitter, berjanji untuk menghapus Sudan segera setelah kompensasi direalisasikan seperti dilansir AFP, kemarin.

Sudan ialah satu dari empat negara yang dicap oleh Washington sebagai negara sponsor terorisme, bersama dengan Iran, Korea Utara, dan Suriah. Itu sangat menghambat pembangunan ekonomi di Sudan karena sedikit investor asing besar yang bersedia dianggap melanggar hukum AS.

Pengumuman Trump, kata Perdana Menteri Abdalla Hamdok yang juga ekonom berpikiran reformasi dan akan memerintah hingga Pemilu
2022 dituntaskan, menandai ‘dukungan terkuat untuk transisi Sudan menuju demokrasi dan kepada rakyat Sudan’.

“Karena kami akan menyingkirkan warisan terberat dari rezim Sudan sebelumnya yang sudah mati, saya harus menegaskan kembali bahwa kami orang-orang yang cinta damai dan tidak pernah mendukung terorisme,” katanya di Twitter.

Juru bicara keluarga warga Amerika yang tewas dalam pengeboman Nairobi, Edith Bartley, mengatakan paket itu akan ‘memberikan keadilan bagi pengorbanan diplomat kami di luar negeri’.

“Para korban, dan sekutu regional kami, ingin agar Sudan hadir sebagai pendukung perdamaian regional yang layak secara ekonomi, bergantung pada Kongres untuk bertindak cepat dalam mendukung upaya ini,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dirilis Gedung Putih.


Uni Eropa puji rencana AS

Kepala diplomatik Uni Eropa menyambut baik pengumuman Presiden Donald Trump terkait dengan upaya menghapus Sudan dari daftar hitam negara sponsor terorisme AS.

Perwakilan tinggi urusan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan penghapusan pencatatan yang diusulkan AS merupakan pengakuan atas kemajuan Sudan di bawah Perdana Menteri Abdalla Hamdok.

‘Niat AS untuk mencabut status Sponsor Negara Terorisme #Sudan sangat penting’, tulis Borrell di Twitter. ‘Ini meningkatkan integrasi (Sudan) ke dalam komunitas internasional dan akses ke ekonomi dunia. UE sepenuhnya mendukung transisi Sudan’.

Selama pemerintahan diktator Omar al-Bashir pada 1993, Sudan diposisikan menyambut pendiri Al-Qaeda Osama bin Laden saat dia memberlakukan Islamisme politik di negara itu.

Negara yang dilanda konflik itu mengalami perubahan bersejarah tahun lalu ketika Bashir digulingkan setelah terjadi protes jalanan yang di pimpin pemuda dan pemerintah transisi yang didukung sipil kemudian berkuasa. (AFP/I-1)
 

Baca Juga

AFP/Hamed Malekpour/Tasnim News

Iran Antarkan Ilmuwan Nuklirnya ke Peristirahatan Terakhir

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 00:50 WIB
Tampak gambar besar Fakhrizadeh di sebelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta mantan jenderal tinggi Qasem...
AFP/Iranian Defence Ministry

Siapakah Ilmuwan Nuklir Iran Fakhrizadeh yang Dibunuh? (Bagian 3)

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 30 November 2020, 22:16 WIB
Berbicara kepada media pemerintah, Abbasi-Davani mengatakan Fakhrizadeh telah bekerja di semua bidang untuk mendukung kegiatan nuklir...
AFP/Iranian Defence Ministry

Siapakah Ilmuwan Nuklir Iran Fakhrizadeh yang Dibunuh? (Bagian 2)

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 30 November 2020, 22:11 WIB
Sebelum Netanyahu membicarakannya, Fakhrizadeh telah muncul dalam dokumen Badan Energi Atom Internasional pada Desember...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya