Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA peneliti mengatakan salah satu kandidat vaksin covid-19 di Tiongkok terbukti aman dan memicu respons imun dalam tes gabungan tahap awal dan menengah pada manusia.
Vaksin potensial yang dijuluki BBIBP-CorV itu sedang dikembangkan Beijing Institute of Biological Products, anak perusahaan China National Biotec Group (CNBG).
Vaksin potensial tersebut telah disetujui untuk program inokulasi darurat di Tiongkok yang menargetkan pekerja esensial dan kelompok terbatas lainnya, orang yang menghadapi risiko infeksi yang tinggi.
Baca juga: Menkes Sebut Situasi Covid-19 di Swiss Makin Mengkhawatirkan
Namun, apakah suntikan itu bisa dengan aman melindungi orang dari penyakit covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia? Itu hanya akan menjadi jelas ketika uji coba Fase III terakhir, yang sedang berlangsung di luar Tiongkok, selesai.
BBIBP-CorV adalah salah satu dari setidaknya 10 proyek vaksin covid-19 secara global yang telah memasuki uji coba Fase III, empat di antaranya dipimpin para ilmuwan Tiongkok, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Vaksin potensial tersebut tidak menyebabkan efek samping yang parah, sementara reaksi yang merugikan ringan atau sedang yang umum terjadi, termasuk demam dan nyeri di tempat suntikan, menurut sebuah makalah yang diterbitkan pada Kamis (15/10)di jurnal medis Lancet.
Hasilnya berasal dari gabungan uji coba Fase I dan Fase II yang melibatkan lebih dari 600 orang dewasa sehat yang dilakukan antara 29 April dan 30 Juli.
Dua suntikan BBIBP-CorV pada tiga dosis berbeda menghasilkan antibodi di semua penerima dari setiap kelompok, termasuk peserta yang lebih tua, meskipun data tidak membuktikan bahwa vaksin itu manjur, kata para peneliti di anak perusahaan CNBG, otoritas pengendalian penyakit Tiongkok dan lembaga penelitian lainnya dalam makalah tersebut.
Selain itu, menurut hasil studi, tingkat antibodi pada penerima yang berusia 60 tahun ke atas lebih rendah dan membutuhkan waktu lebih lama untuk meningkat secara signifikan dibandingkan dengan peserta yang lebih muda. (CNA/OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved