Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 2.500 mahasiswa dari sekolah perhotelan Swiss telah ditempatkan di karantina menyusul adanya lonjakan infeksi covid-19 di tengah maraknya pesta-pesta di negara itu.
Otoritas Swiss melaporkan sekitar 75% dari jumlah total mahasiswa di Sekolah Manajemen Perhotelan EHL Lausanne telah diminta tinggal di rumah hingga 28 September. Namun, mereka tetap mengikuti pembelajaran secara daring.
"Sejumlah wabah telah dilaporkan di dalam departemen yang berbeda, sehingga mustahil melakukan penguncian yang lebih bertarget terhadap 2.500 mahasiswa yang terlibat," kata otoritas di wilayah Vaud dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Prancis Umumkan Penutupan Tempat Hiburan dan Sektor Bisnis Lainnya
EHL, secara konsisten merupakan salah satu sekolah manajemen hotel terbaik di dunia. Sekolah itu mengenakan biaya sekitar 150.000 franc Swiss atau sekitar Rp2,4 miliar untuk program sarjana selama tiga tahun bagi mahasiswa internasional.
Hotel elite di Swiss dan sekolah katering menarik pelajar dari seluruh dunia meski menghadapi persaingan lainnya di Asia dan Timur Tengah.
Sejumlah pesta mahasiswa swasta yang diadakan baru-baru ini tampaknya menjadi sumber wabah. Lantas, otoritas regional telah memerintahkan penutupan semua diskotik di Vaud untuk membendung penyebaran covid-19.
Otoritas regional juga melarang pertemuan lebih dari 100 orang dan mewajibkan memakai masker di semua ruang publik. Di tempat bisnis, seperti toko-toko, kerumunan hanya diizinkan kurang dari 10 orang.
Swiss, dengan populasi sekitar 8,5 juta, bernasib relatif baik dalam gelombang covid-19 pertama. Tetapi, seperti beberapa negara Eropa lainnya, infeksi baru-baru ini telah mengalami lonjakan kasus baru yang cukup dikhawatirkan.
Negara Alpin itu telah melaporkan jumlah total infeksi covid-19 sebanyak 51.000 sejak dimulainya pandemi. Sekitar 4.800 dirawat di rumah sakit dan melaporkan 1.772 kematian. (AFP/OL-1)
Pengacara keluarga Cyane Panine mengungkap fakta baru terkait kebakaran maut di Bar Le Constellation, Swiss. Pemilik dituduh lalai hingga tewaskan 40 orang.
Tim Polandia resmi menjadi juara United Cup 2026 setelah mengalahkan Swiss 2-1 di final. Iga Swiatek dan Hubert Hurkacz catat sejarah baru.
Wali Kota Crans-Montana meminta maaf setelah terungkap Bar Le Constellation, lokasi kebakaran maut yang menewaskan 40 orang, tidak diaudit sejak 2019.
SWISS sedang dilanda salah satu tragedi terburuknya setelah kebakaran melanda satu bar di kawasan Alpine saat perayaan Malam Tahun Baru. Ini menewaskan lebih dari 40 orang.
BAR Le Constellation di resor ski Crans-Montana, Swiss, memiliki pintu keluar darurat. Sebagian besar orang di dalam tempat tersebut akan kesulitan menemukannya setelah kebakaran terjadi.
KEMBANG api yang diletakkan di atas botol sampanye tampaknya menjadi sumber kebakaran yang melanda satu bar yang ramai di Swiss selatan pada Hari Tahun Baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved