Sabtu 05 September 2020, 19:23 WIB

Gegara Hantaman Topan, Pejabat di Korut Bakal Dihukum Berat

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Gegara Hantaman Topan, Pejabat di Korut Bakal Dihukum Berat

AFP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un

 


KOREA Utara telah menjanjikan hukuman berat bagi para pejabat lokal yang dikatakan gagal melindungi penduduk dari topan yang menyebabkan insiden serius dengan puluhan korban. Demikian surat kabar partai yang berkuasa melaporkan. Sabtu (5/9).

Topan Maysak membawa hujan deras di seluruh negeri awal pekan ini. Rekaman menunjukkan jalan yang terendam air di kota pelabuhan timur Wonsan, Provinsi Kangwon.

Rodong Sinmun, sebuah surat kabar resmi, melaporkan para pemimpin Korut telah memutuskan untuk menghukum pejabat kota dan provinsi yang disebut tidak bertanggung jawab karena menyebabkan insiden serius yang menimbulkan puluhan korban. Laporan itu tidak menyebutkan berapa banyak yang terluka, hilang, atau tewas.

Para pejabat gagal untuk segera mengatur proyek untuk secara menyeluruh mengidentifikasi properti yang berisiko dan mengevakuasi semua penduduk meskipun diperintahkan oleh Partai Pekerja Korea yang berkuasa yang dipimpin oleh pemimpin Kim Jong-un, tambah laporan itu.

"Keputusan diambil untuk menjatuhkan hukuman berat, administratif, dan hukuman kepada mereka yang bertanggung jawab atas korban tersebut," jelas laporan tersebut.

Maysak juga melanda Korea Selatan, menewaskan sedikitnya dua orang. Lebih dari 2.200 orang dievakuasi ke tempat penampungan sementara di selatan Kota Busan.

Bencana alam cenderung berdampak lebih besar di Korea Utara karena infrastrukturnya yang rentan. Korut ini rentan terhadap banjir karena banyak gunung dan bukit telah lama digunduli.

"Menghukum pejabat lokal adalah cara bagi pemimpin Korea Utara untuk menghindari kesalahan atas jatuhnya korban," kata Ahn Chan-il, seorang pembelot yang menjadi peneliti yang berbasis di Seoul.

"Mereka mengirimkan pesan Kim Jong-un tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi kerusakan hanya terjadi karena mereka yang bekerja gagal untuk mengikuti perintahnya," tandasnya. (The Guardian/R-1)

Baca Juga

visonews.com

12 Tewas dan 138 Luka dalam Peristiwa Ledakan Pipa Gas Perumahan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 13 Juni 2021, 17:30 WIB
Ledakan menyebabkan bangunan pasar makanan hancur pada pukul 06.30 waktu...
connexionfrance.com

Covid-19 Varian Delta Ditemukan di Sekolah Seni Prancis

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 13 Juni 2021, 17:20 WIB
Klaster infeksi COVID-19 varian Delta terdeteksi di salah satu sekolah seni di Kota Strasbourg, Prancis, menurut otoritas kesehatan...
AFP

Biden Desak Pemimpin G7 untuk Melawan Tiongkok

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 13 Juni 2021, 17:15 WIB
Namun, beberapa sekutu Tiongkok di Eropa, seperti Jerman dan Italia, tampaknya ragu untuk memutuskan hubungan dengan Beijing, yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perangkat Terenkripsi Jerat Penjahat di Seluruh Dunia

LEBIH dari 800 penjahat telah ditangkap di seluruh dunia seusai dijebak menggunakan aplikasi pesan terenkripsi yang dijalankan FBI.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya