Jumat 28 Agustus 2020, 05:45 WIB

Penjara Seumur Hidup untuk Teroris

AFP/Van/X-11 | Internasional
Penjara Seumur Hidup untuk Teroris

SANKA VIDANAGAMA / AFP
Ekspresi anggota keluarga korban seusai pengadilan Christchurch menjatuhkan hukuman kepada pelaku penembakan, di Selandia Baru, kemarin.

 

PENGADILAN Selandia Baru kemarin menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat kepada Brenton Tarrant, pelaku penembakan brutal yang menewaskan 51 jemaah muslim pada 2019. Hukuman seperti itu merupakan yang pertama kali dijatuhkan lembaga peradilan di Selandia Baru.

Tarrant, pria asal Australia berusia 29 tahun itu, didakwa bersalah atas 51 pembunuhan dan 40 percobaan pembunuh­an. Dia juga dinyatakan bersalah melakukan tindakan terorisme selama penembakan tahun 2019 di dua masjid di Christchurch.

Hakim Pengadilan Tinggi, Cameron Mander, mengatakan bahwa masa hukuman terbatas tidak akan cukup untuk sang teroris.

“Kejahatan Anda, bagaimanapun, sangat jahat sehingga bahkan jika Anda ditahan sampai meninggal, itu tidak akan menghabiskan persyaratan hukuman dan kecaman,” kata Mander saat menjatuhkan hukuman.

“Sejauh yang saya bisa lihat, Anda tidak memiliki empati terhadap korban Anda,” katanya.
Pembantaian

Sebelumnya, jaksa penuntut mengatakan kepada pe­ngadilan bahwa Tarrant ingin menanamkan ketakutan pada orang-orang yang disebutnya sebagai penjajah. Tarrant dengan hati-hati merencanakan serangan yang dapat menyebabkan pembantaian sebanyak mungkin korban.

Sementara itu, imam Masjid Al Noor, Gamal Fouda, meng­ungkapkan prosedur hukum untuk kejahatan keji telah dilakukan. Tidak ada hukuman yang akan mengembalikan orang yang dicintai.

“Ekstremis itu semua sama. Apakah mereka menggunakan agama, nasionalisme, atau ideologi lainnya. Semua ekstremis, mereka mewakili kebencian. Namun, kami di sini hari ini. Kami menghormati cinta, kasih sayang, muslim dan nonmuslim orang beriman dan tidak beriman,” kata Gamal.

Tarrant, yang hadir dalam persidangan itu, tidak mengatakan sesuatu apa pun. Namun, lewat pengacaranya, Tarrant tidak menentang permohonan penuntutan untuk seumur hidup tanpa hukuman pembebasan bersyarat itu. (AFP/Van/X-11)

Baca Juga

AFP/ODD ANDERSEN

Armin Laschet Terpilih sebagai Pemimpin Partai CDU Jerman

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 17 Januari 2021, 11:20 WIB
Ia telah mengalahkan salah satu rivalnya Friedrich Merz dengan memperoleh 521 suara berbanding 466 suara dalam pemilihan putaran...
Filippo MONTEFORTE / AFP

Cegah Varian Baru Covid, Italia Tangguhkan Penerbangan dari Brasil

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Januari 2021, 11:17 WIB
Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza mengatakan siapa pun yang telah transit di Brasil dalam 14 hari terakhir juga dilarang memasuki...
AFP/MARTIN BUREAU

Prancis Majukan Jam Malam untuk Bendung Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 17 Januari 2021, 08:56 WIB
Jam malam diberlakukan dua jam lebih awal menjadi pukul 18.00 waktu setempat dan berlangsung hingga pukul 06.00 waktu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya