Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan, Rabu (26/8), memperingatkan Yunani untuk tidak menguji kesabaran atau keberanian negaranya terkait eksplorasi energi lepas pantai di Mediterania timur yang memicu ketegangan di antara sekutu NATO.
"Turki akan mengambil haknya di Mediterania, di Laut Aegea, dan di Laut Hitam. Sama seperti kami tidak mengawasi wilayah, kedaulatan, dan kepentingan siapa pun, kami tidak akan pernah berkompromi tentang apa yang menjadi milik kami," tegas Erdogan seperti dilansir France24.
Dia menambahkan Turki tetap berkomitmem memperjuangkan haknya. Namun, Ankara juga tetap membuka peluang berdialog untuk menghindari dampak yang lebih buruk.
Baca juga: 8 WNI Terlibat dalam Penemuan Gas Laut Hitam Turki
"Kami bertekad melakukan apa pun yang diperlukan dalam hal politik, ekonomi, dan militer. Kami mengundang lawan bicara kami untuk bertindak bersama dan untuk menghindari kesalahan yang akan menyebabkan kehancuran mereka," ungkapnya.
Peringatan keras Erdogan muncul setelah ada upaya mediasi oleh Jerman. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, Selasa (25/8), melakukan diplomasi antara Athena dan Ankara untuk meredakan ketegangan.
Maas mengimbau Yunani dan Turki untuk berdialog dan meredakan ketegangan. Dia juga memperingatkan bahwa percikan apa pun dan betapapun kecilnya, dapat menyebabkan bencana.
Kunjungan yang dilakukan Maas itu menjelang pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Berlin, akhir pekan ini, dengan masalah Turki akan dibahas.
Setelah pembicaraan dengan Maas, menteri luar negeri Yunani dan Turki mengisyaratkan kesiapan untuk berdialog, tetapi saling menyalahkan atas kebuntuan tersebut.
Adapun, Turki dan Yunani tengah terlibat dalam latihan militer di wilayah yang disengketakan di Mediterania timur. Mereka telah mengirim kapal perang untuk saling membayangi dan mengadakan latihan militer di area yang luas antara Kreta dan Siprus tempat Turki memiliki kapal yang melakukan penelitian pengeboran. (OL-1)
Lebih dari 111 ribu laba-laba ditemukan hidup berkoloni di gua gelap perbatasan Albania-Yunani.
ISRAEL telah mendeportasi aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg bersama 170 aktivis pro-Palestina dalam rombongan Global Sumud Flotilla (GSF). Thuberg tiba di Yunai
AKTIVIS asal Swedia, Greta Thunberg bersama ratusan anggota armada Global Sumud Flotilla (GSF) telah tiba di Yunani pada Senin (6/10) setelah dideportasi oleh otoritas Israel
Relawan Indonesia di flotila bantuan ke Gaza memastikan kondisi aman setelah insiden serangan drone di lepas pantai Yunani.
Flotila yang membawa bantuan ke Gaza diserang drone di lepas pantai Yunani.
DUA kapal asal Yunani berangkat dari pelabuhan di Pulau Syros pada Minggu (14/9) untuk bergabung dengan Armada Sumud Global menuju Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved