Selasa 25 Agustus 2020, 05:20 WIB

AS Izinkan Pengobatan Plasma untuk Lawan Virus Korona

HAUFAN HASYIM SALENGKE | Internasional
AS Izinkan Pengobatan Plasma untuk Lawan Virus Korona

(Photo by Ben STANSALL / AFP)
onor plasma berbaring di kursi malas untuk memberikan plasma pemulihan untuk pengobatan virus korona di pusat donor plasma

 

OTORITAS Amerika Serikat, Minggu (23/8), mengumumkan otorisasi darurat bagi dokter untuk menggunakan plasma darah dari pasien covid-19 yang pulih sebagai
pengobatan terhadap penyakit yang telah menewaskan lebih dari 176 ribu orang di AS.

Banyak pemerintah di seluruh dunia memperbarui upaya, termasuk penerapan kembali penguncian, untuk menahan virus yang telah menginfeksi lebih dari 24 juta
orang tersebut.

Amerika Serikat tetap menjadi negara yang paling terpukul dengan lebih dari 176 ribu kematian dan Presiden Donald Trump berada di bawah tekanan kuat untuk mengekang
penularan.

Trump mengklaim bahwa terapi plasma menunjukkan ‘tingkat keberhasilan yang luar biasa’ dan ‘akan menyelamatkan banyak nyawa’, Minggu (23/8). Akan tetapi, hal
itu jauh lebih baik daripada keraguan pejabat kesehatannya sendiri terhadap pengobatan tersebut.

Keputusan Food and Drug Administration dilakukan ketika Trump menghadapi tekanan kuat untuk mengekang penularan yang telah melumpuhkan ekonomi terbesar
di dunia dan mengaburkan prospeknya untuk terpilih kembali pada Pilpres November 2020.

Plasma diyakini mengandung antibodi kuat yang dapat membantu melawan covid-19 lebih cepat dan membantu melindungi orang agar tidak terinfeksi parah olehnya.

“Produk ini bisa efektif dalam mengobati covid-19 dan manfaat yang diketahui, serta potensial dari produk tersebut lebih besar daripada risiko yang diketahui,” kata FDA dalam
sebuah pernyataan.

Meskipun pengobatan tersebut telah digunakan kepada pasien di Amerika Serikat dan negara lain, keefektifannya masih diperdebatkan para ahli. Beberapa pakar
telah memperingatkan pengobatan itu dapat membawa efek samping.

“Convalescent plasma kiranya berhasil meskipun masih perlu dibuktikan dalam uji klinis, tetapi tidak sebagai pengobatan penyelamatan untuk orang yang sudah sakit
parah,” kata Len Horovitz, spesialis paru di Lenox Hill Hospital di New York City.

Penguncian yang diperpanjang

Upaya mendobrak untuk mengembangkan vaksin atau pengobatan yang efektif sedang dilakukan di seluruh dunia. Sambil menunggu vaksin tersedia, tindakan menjaga
jarak sosial tetap menjadi salah satu dari sedikit senjata melawan virus.

Selandia Baru, kemarin, memperpanjang penguncian kota terbesarnya hingga Minggu (30/8) karena memerangi wabah kecil, tetapi terusmenerus.

Auckland diisolasi pada 12 Agustus, sehari setelah virus muncul kembali di kota dan mengakhiri 102 hari Selandia Baru tanpa penularan lokal.

Negara-negara Eropa juga memperketat pembatasan di daerah perbatasan untuk mewaspadai kelompok virus baru.

Kontrol perbatasan yang ketat mulai berlaku di Finlandia, kemarin, dengan kedatangan tamu dari segelintir negara yang dapat masuk tanpa batasan virus.

Norwegia telah memperketat kontrol perbatasannya pada Sabtu (22/8), sementara Korea Selatan memberlakukan tindak an jarak sosial secara nasional pada Minggu
(23/8) untuk melawan wabah terbaru. (AFP/I-1)

Baca Juga

AFP

Jerman Laporkan Kasus Pertama Cacar Monyet pada Anak

👤Ant 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:52 WIB
Kasus tersebut menimpa seorang anak perempuan berusia 4 tahun yang tinggal serumah dengan dua orang dewasa yang...
AFP/GIORGIO VIERA

Republik Bela Trump yang Rumahnya Digeledah FBI

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 16:34 WIB
Politikus Partai Republik di DPR AS Kevin McCarthy mengatakan Departemen Kehakiman yang dipimpin Jaksa Agung Merrick Garland...
AFP

Tiongkok Rilis Buku Putih, Peringatkan Tidak akan Tolerir Separatis di Taiwan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 15:45 WIB
Dokumen tersebut menguraikan bagaimana Tiongkok bermaksud untuk mengklaim Wilayah Taiwan melalui berbagai insentif ekonomi dan tekanan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya