Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PUSAT Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat, kemarin, menyatakan jumlah orang meninggal karena infeksi virus korona baru (covid-19) di seluruh dunia telah melampaui 800 ribu jiwa.
Sementara itu, kasus yang dikonfirmasi yang dilaporkan secara global tercatat 22.984.824 kasus. Amerika Serikat dan Brasil tetap menjadi nomor dua teratas dalam jumlah kasus dan kematian yang dikonfirmasi dengan 5.626.284 kasus dan 175.429 kematian dari Amerika Serikat, serta 3.532.330 kasus dan 113.358 kematian dari Brasil.
Sejauh ini, Brasil juga mendaftarkan 50.032 kasus baru dan 892 kematian tambahan dalam 24 jam terakhir. Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan krisis virus korona baru bisa berakhir dalam waktu kurang dari dua tahun.
"Flu Spanyol yang melanda dunia pada 1918 sendiri membutuhkan waktu dua tahun untuk berakhir," kata Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
"Di situasi kita sekarang, dengan lebih banyak teknologi, tentunya lebih banyak konektivitas. Virus memiliki peluang lebih besar untuk menyebar, bisa bergerak cepat. Di saat yang sama, kita memiliki teknologi dan pengetahuan untuk menghentikannya," ujarnya.
Kasus di Italia Kementerian Kesehatan Italia, kemarin, melaporkan 1.071 infeksi baru atau melampaui 1.000 kasus harian untuk pertama kalinya sejak pertengahan Mei. Wilayah Lazio, yang mencakup Roma, mencatat jumlah kasus baru terbesar, yakni 215.
Lonjakan kasus baru selama beberapa minggu terakhir memang terjadi di Italia. Para ilmuwan menyalahkan pengunjung liburan yang kembali dari daerah berisiko tinggi dan pertemuan besar orang-orang yang menikmati kehidupan malam di puncak musim panas.
Italia telah menjadi salah satu negara yang paling terpukul secara global dengan 35.400 lebih korban jiwa. Wabah mulai bisa terkendali berkat langkah-langkah penguncian ketat.
Namun, pemerintah telah mulai melonggarkan pembatasan pada Mei lalu. Kini pemerintah Italia telah kembali memperketat pembatasan sejak pertengahan Agustus karena terjadi lonjakan dari rata-rata kasus harian, yakni 200-300 menjadi sekitar 600 kasus.
Para ilmuwan khawatir gelombang kedua penularan dapat terpicu oleh pembukaan kembali sekolah pada pertengahan September mendatang. Jumlah infeksi yang tinggi juga terkait dengan peningkatan tes yang dilakukan setiap hari, yang jauh lebih tinggi daripada tahap awal wabah.
Di sisi lain, para ahli mencatat jumlah kematian harian tetap rendah meskipun infeksi meningkat. Kemarin, Italia mencatat hanya tiga korban meninggal baru jika dibandingkan dengan hari sebel umnya, yakni sembilan orang. (AFP/Hym/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved