Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR FBI San Francisco menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyelidiki peretasan akun Twitter milik sejumlah tokoh terkenal.
Penyelidikan itu selain untuk memburu peretas, juga untuk mengetahui cara peretas mengakses sistem internal milik Twitter yang mempunyai keamanan tingkat tinggi.
“Pada saat ini, akun tampaknya telah digunakan untuk penipuan cryptocurrency. Kami menyarankanmasyarakat untuk tidak menjadi korban penipuan ini dengan mengirimkan cryptocurrency atau uang sehubungan dengan kejadian ini. Karena penyelidikan ini sedang berlangsung, kami tidak akan membuat komentar lebih lanjut saat ini,” kata FBI dalam sebuah pernyataan yang dilansir Aljazeera.
Peretasan yang terjadi pada Rabu (15/7) itu menyasar sejumlah tokoh, seperti kandidat presiden AS Joe Biden, bintang reality TV Kim Kardashian, mantan Presiden AS Barack Obama, dan miliarder Elon Musk.
Untuk sementara, modus peretasan itu masih terkait dengan penipuan meminta mata uang digital, seperti bitcoin. Sementara itu, dalam pernyataan terpisah kemarin, Twitter menyampaikan sekitar 130 akun menjadi sasaran peretas. Untuk sebagian ke cil dari profi l, para peretas dapat memperoleh kendali dan kemudian mengirim twit dari akun-akun itu.
Twitter terus menilai apakah peretas dapat mengakses data pribadi dari akun yang ditargetkan, mengingat hal itu sangat membahayakan dan membuatkan penggunanya khawatir.
Senator AS Ed Markey khawatir terkait dengan serangan seperti itu di masa depan. Menurutnya, hal itu harus diwaspadai agar tidak terulang dengan motif yang lebih kejam lagi.
“Sementara itu, skema ini tampaknya bermotivasi finansial. Bayangkan jika aktor-aktor jahat ini memiliki niat berbeda untuk menggunakan suara-suara yang kuat untuk menyebarkan disinformasi yang berpotensi mengganggu pemilihan kita, mengganggu pasar saham, atau
mengganggu hubungan internasional kita,” kata senator Demokrat itu.
Kekhawatiran juga datang dari tokoh dan politisi AS lainnya. Mereka mendorong perusahaan media sosial itu untuk menghentikan ulah peretas. Sistem keamanan juga perlu ditingkatkan untuk menghindari terjadi kejadian yang sama, secara khusus menjelang Pilpres AS November nanti. (Aljazeera/Van/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved