Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Gelombang Kedua Virus Korona Mulai Terjadi

Nur Aivanni
23/6/2020 00:55
Gelombang Kedua Virus Korona Mulai Terjadi
Gelombang Kedua Virus Korona Mulai Terjadi(AFP)

WARGA Australia, Senin (22/6), diperingatkan menghindari bepergian ke Melbourne karena kota terbesar kedua di negara tersebut memperketat pembatasan di tengah kekhawatiran gelombang kedua wabah virus korona.

Negara bagian Victoria telah mencatat lebih dari 110 kasus dalam sepekan terakhir, banyak di antara kasus tersebut ada di Melbourne. Hal itu yang kemudian mendorong para pemimpin dari wilayah lain untuk memperingatkan warga nya agar tidak mengunjungi enam hotspot virus di kota itu.

Perdana Menteri negara bagian New South Wales, Gladys Berejiklian, mengatakan siapa pun yang akan mengunjungi kota tersebut harus mempertimbangkan kembali rencananya.

“Pada tahap ini, sarannya ialah jangan melakukan perjalanan ke hotspot tersebut,” katanya kepada wartawan di Sydney. “Kami akan menyarankan orang-orang tidak melakukan perjalanan ke Melbourne kecuali mendesak,” katanya.

Para pejabat di Victoria telah menghentikan rencana yang mengizinkan adanya peningkatan jumlah pengunjung di restoran dan kafe. Peraturan yang lebih ketat pun diterapkan kembali seperti pertemuan di rumah. Itu dilakukan sebagai respons terhadap wabah virus korona.

Langkah yang diambil tersebut merupakan langkah mundur ketika negara bagian lainnya terus mencatat jumlah kasus baru yang rendah dan memulai kembali perekonomian mereka.

Meskipun jumlahnya masih relatif rendah di Melbourne, lonjakan tingkat penularan masyarakat telah memicu kekhawatiran bahwa itu bisa menjadi sulit dikendalikan. Kepala petugas kesehatan negara bagian, Brett Sutton, mengatakan situasinya sekarang telah mencapai ‘titik
berbahaya’ karena tidak ada rencana B.

“Kami benar-benar menghadapi risiko puncak kedua, tetapi kami bisa mengatasinya dan kami harus mengatasinya,” katanya kepada wartawan, Sabtu (20/6).


Gelombang kedua di Seoul

Senada dengan Australia, Korea Selatan untuk pertama kalinya mengatakan bahwa mereka berada di tengahtengah gelombang kedua virus korona baru (covid-19) yang berfokus di Seoul, yang berasal dari liburan pada Mei lalu.

Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC) menyatakan gelombang pertama di negara tersebut tidak pernah benar-benar berakhir. Namun, pada Senin (22/6), Direktur KCDC Jeong Eunkyeong menyebutkan sudah menjadi jelas bahwa liburan akhir pekan pada awal Mei lalu menandai awal gelombang kedua yang berfokus di Seoul, yang sebelumnya memiliki lonjakan kasus.

“Di wilayah metropolitan (Seoul), kami percaya gelombang pertama ialah dari Februari hingga Maret dan Maret hingga April,” kata Jeong seperti dikutip Reuters. “Lalu, kami melihat gelombang kedua yang dipicu liburan pada Mei telah berlangsung,” tambahnya. 

Sementara itu, otoritas kesehatan Kota Beijing melaporkan ada sembilan kasus baru covid-19 dalam 24 jam terakhir hingga Senin (22/6). Angka tersebut mengalami penurunan dari 22 hari sebelumnya. 

Beijing melaporkan kasus pertama dalam gelombang terbaru pada 11 Juni. Munculnya kasus di Beijing dikaitkan dengan pusat makanan grosir di barat daya kota tersebut. (AFP/CNA/Hym/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya