Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Presiden Ekuador Rafael Correa divonis penjara selama delapan tahun secara in absentia karena tindak pidana korupsi selama menjabat selama 10 tahun. Hal itu diungkapkan Kejaksaan Agung Ekuador, Selasa (7/4).
Correa, yang merupakan presiden Ekuador antara 2007 dan 2017 namun kini tinggal di pengasingan di Belgia, negara kelahiran istrinya, merupakan salah satu dari 18 orang yang divonis atas tuduhan penyuapan.
Correa, selama ini, selalu mengklaim dirinya menjadi korban persekusi politis. Dia menuding hakim Ekuador bersekongkol melawannya.
Baca juga: Kepala Staf AL AS Mengundurkan Diri
"Saya mengetahui proses hukum yang berjalan dan apa yang dikatakan hakim semuanya fitnah. Mereka tidak berhasil membuktikan apa pun. Kesaksian yang disampaikan semua palsu dan tanpa bukti," cicit Correa di Twitter.
Correa dinyatakan bersalah menerima dana dari pihak swasta untuk ambil bagian di Pemilu 2013. Sebagai imbalan, perusahaan swasta itu mendapatkan kontrak dari pemerintah.
Jaksa Agung Ekuador Diana Salazat menyebut sejumlah perusahaan membayarkan suap sbesar US$7 juta untuk mendapatkan kontrak itu. (AFP/OL-1)
Seorang hakim federal AS mengecam keras penahanan Liam Conejo Ramos, 5, dan ayahnya di Texas. Hakim menyebut tindakan tersebut sebagai "nafsu kekuasaan yang kejam".
Pengadilan Ekuador menjatuhkan vonis berat kepada 11 tentara pelaku penghilangan paksa empat bocah di Guayaquil. Hakim sebut ini "kejahatan negara".
Sedikitnya 31 narapidana tewas di penjara El Oro, Ekuador, termasuk 27 yang ditemukan digantung setelah bentrokan antar geng pecah pada Minggu dini hari.
Presiden Ekuador Daniel Noboa selamat dari serangan massa yang melempari batu dan menembaki iring-iringan mobilnya di tengah aksi protes kenaikan harga BBM.
Bentrokan antar geng di penjara Esmeraldas, Ekuador, menewaskan sedikitnya 17 narapidana.
Menlu AS Marco Rubio mengatakan dua geng kriminal terbesar di Ekuador, Los Lobos dan Los Choneros, sebagai organisasi teroris asing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved