Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Langgar Karantina di Australia, Terancam Denda Hingga Rp110 Juta

Haufan Hasyim Salengke
31/3/2020 08:53
Langgar Karantina di Australia, Terancam Denda Hingga Rp110 Juta
Seorang pria mengenakan masker berjalan di jalan kota Sydney, Australia yang kosong.(AFP/PETER PARKS )

WARGA Negara Bagian New South Wales (NSW), negara bagian terpadat di Australia, yang juga merupakan pusat penyebaran wabah virus korona (Covid-19) di Australia, dapat didenda atau dipenjara karena meninggalkan rumah mereka tanpa alasan yang jelas dan patut mulai Selasa (31/3).

Langkah itu diatur dalam wewenang baru yang dirancang untuk memperlambat tingkat infeksi Covid-19 di 'Negeri Kanguru' itu.

Aturan ketertiban kesehatan masyarakat, yang diberlakukan Senin (30/3) malam, datang di tengah peringatan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah penurunan yang jelas dalam tingkat infeksi di seluruh negeri dalam beberapa hari terakhir berarti wabah sedang dikendalikan.

Baca juga: Selandia Baru Perpanjang Darurat Nasional untuk Hentikan Penyebaran Covid-19

"Apa yang perlu kita pertimbangkan adalah transmisi komunitas ke komunitas yang bahkan mungkin tidak kita ketahui," kata Menteri Utama New South Wales Gladys Berejiklian di Sydney, Selasa (31/3).

"Sangat penting bagi kita, pada tahap krisis virus ini, mempertahankan tingkat kontrol dan mengekang sebanyak mungkin."

NSW memiliki 2.032 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, hampir setengah dari total negara itu, kata pihak berwenang, Selasa (31/3). Jumlah kematian nasional mencapai 19 orang.

Negara bagian itu termasuk beberapa yang memberikan hukuman mulai Selasa (31/3), termasuk denda hingga A$11.000 (Rp110 juta) di NSW dan potensi hukuman penjara enam bulan bagi siapa pun yang ditemukan melanggar aturan baru.

Aturan baru membatasi pertemuan publik hanya untuk dua orang, atau unit keluarga, sementara di luar gedung olahraga dan taman akan ditutup. Orang-orang masih dapat meninggalkan rumah mereka untuk alasan yang sah seperti mengunjungi dokter, membeli makanan, dan berolahraga sambil mematuhi aturan physical distancing.

Pihak berwenang, Selasa (31/3), mengatakan mereka ingin meningkatkan pengujian, terutama di area Covid-19 seperti Bondi di Sydney, yang menarik perhatian awal bulan ini setelah orang mengabaikan aturan physical distancing dan berbondong-bondong pergi ke pantai.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan, dalam sebuah cuitan, Selasa (31/3) bahwa 113.000 bisnis telah mendaftarkan minat pada langkah subsidi upah baru senilai A$130 miliar. (CNA/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya