Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
RABU (20/3) tepat pukul 7.45, stasiun BBC Radio 1 dan Radio 2 di Britania Raya serentak memutar lagu You'll Never Walk Alone.
Pada saat bersamaan lagu itu juga dimainkan di berbagai stasiun radio di Eropa seperti di Belanda, Belgia, Jerman, Austria, Spanyol, dan Italia.
Demikian juga dari sistem pengeras suara di stadion-stadion markas Celtics, Borussia Dortmund dan Borussia Moenchengladbach.
"Kita semua harus turut berjuang mengalahkan krisis ini. Sejujurnya itu di luar kuasa kami yang berkutat di bisnis radio," kata
Sander Hoogendoorn, penyiar radio NPO 3FM di Belanda, yang menjadi inisiator gerakan tersebut.
"Itulah mengapa saya pikir Kenapa tidak program pagi semua radio memutar lagu yang sama secara serentak?"
Baca juga: Piramida Giza Tampilkan Pesan Semangat Melawan Covid-19
"You'll Never Walk Alone jadi pilihan utama karena bisa mewakili pesan penyemangat bagi petugas medis, mereka yang sakit, dan yang
tidak bisa meninggalkan rumah untuk beberapa waktu ke depan."
Dua hari kemudian, penggemar Liverpool di Indonesia mengunggah kolase video mereka tengah menyanyikan lagu yang sama. Lagu yang juga menjadi
yel-yel bahkan jargon kebanggaan klub Inggris jawara Eropa dan dunia tersebut.
Manajer Liverpool Juergen Klopp bahkan mengaku menitikkan air mata ketika menyaksikan video para petugas medis di luar ruang perawatan
intensif sebuah rumah sakit di Inggris menyanyikan lagu itu.
"Seketika saya menangis. Luar biasa. Mereka tidak hanya menunaikan tugas, tetapi menjalankannya dengan penuh semangat," kata Klopp.
Semua sepakat. Semua satu suara. Lagu itu menjadi sebuah kampanye empati bagi para petugas medis dan masyarakat umum yang saat ini tengah berperang melawan pandemi virus korona yang melanda seluruh dunia.
Penggemar sepak bola jelas mengidentifikasi You'll Never Walk Alone dengan Liverpool, kendati ada pula yang menyebut Celtics sebagai pionir membawa lagu itu jadi nyanyian tribun.
Sebagian mengenal bahwa band lokal Liverpool, Gerry and The Pacemakers, sempat merajai tangga lagu Inggris sebelum lagu itu diadopsi jadi nyanyian tribun para suporter Liverpool.
Namun, bisa jadi hanya sedikit yang tahu bahwa You'll Never Walk Alone awalnya adalah petikan dari sebuah drama musikal Carousel, gubahan duo komponis Richar Rodgers dan Oscar Hammerstein II, yang dipanggungkan pertama kali pada 1945.
Salah satu tokoh di drama musikal tersebut menyenandungkan You'll Never Walk Alone ketika suami dari tokoh utama meninggal di ujung pisaunya sendiri, setelah gagal dalam sebuah aksi pencurian. Lagu yang sama muncul lagi ketika putri tokoh utama bersiap mengikuti upacara kelulusan pendidikannya.
Sejak diciptakan, You'll Never Walk Alone memang dimaksudkan sebagai sebuah lagu penyemangat, bahwa di ujung badai ada langit cerah yang bakal diwarnai nada-nada penuh kegembiraan.
Yang harus dilakukan untuk mencapai pemandangan itu hanyalah terus berjalan, menembus hujan dan taifun kendati kerap kali harapan dihancurkan tapi dengan merawat baik-baik harapan di dalam hati, seseorang tidak akan pernah berjalan sendirian.
Tidak salah jika lagu itu dan kedalaman makna yang terkandung patut menjadi yel-yel penyemangat bagi dunia belakangan ini. Dunia yang dilanda pandemi virus korona, yang hingga 30 Maret 2020, menurut WHO, sudah menjangkit lebih dari 690 ribu orang.
Jordan Henderson, sebagai kapten tim yang mengadopsi You'll Never Walk Alone di gerbang stadion mereka, di logo mereka, dan mendengarnya tiap kali Liverpool hendak bertanding, mengingatkan semangat lagu itu harus dijunjung sebagai mentalitas untuk menghadapi kondisi dunia
saat ini.
"Tentu kami juga merindukan momen bertanding. Tapi saya ingin tetap menjaga diri, bertahan di rumah, dan mengikuti imbauan pemerintah dan
otoritas kesehatan," kata Henderson.
"Jika kita semua melakukannya, situasi ini akan bisa berlalu lebih cepat dari yang kita perkirakan."
"Tapi, kita harus tetap berpikir positif. Ini adalah saat yang tepat untuk mengusung semangat lagu yang selalu kami dengar setiap hendak
bertanding," lanjutnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved