Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu meyambut baik rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal perdamaian antara negaranya dengan Palestina. Dikatakannya, rencana tersebut akan menjadi momen bersejarah sebab kesempatan itu hanya bisa datang sekali bagi kedua negara.
"Peluang seperti ini hanya datang sekali dalam sejarah, tidak dapat dilewatkan. Saya penuh harapan kita berada di ambang momen bersejarah dalam sejarah negara kita," kata Netanyahu dilansir dari AFP, Minggu (26/1).
Pertemuan Netanyahu dan Trump akan dilakukan pada Selasa pekan depan guna membahas rencana perdamaian ini.
Trump pun mengatakan akan merilis rencananya yang lama tertunda sebelum bertemu Netanyahu di Washington.
"Ini rencana hebat, ini rencana yang benar-benar akan berhasil," ucap Trump.
Baca juga: PBB Tegaskan Permukiman Israel di Palestina Ilegal
Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas tidak diundang dalam pertemuan tersebut dan menolak rencana Trump di tengah hubungannya yang tegang atas pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tidak terbagi.
"Langkah ini hanya menegaskan kembali penolakan absolut kami atas apa yang telah dilakukan Pemerintah AS, khususnya pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel," kata juru bicara Presiden Palestina dalam sebuah pernyataan.
Palestina melihat Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka dan percaya rencana Trump mengubur solusi dua negara yang selama beberapa dekade menjadi landasan diplomasi Timur Tengah International. Kekuatan dunia pun telah sepakat nasib Yerusalem harus diselesaikan melalui organisasi antara Israel dan Palestina.
Untuk diketahui, Israel telah menduduki Yerusalem Timur dan tepi Barat sejak perang enam hari di tahun 1967. Sekitar lebih dari 600.000 warga Israel kini tinggal di sana, di permukiman yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.
Rencana perdamaian Trump sejatinya telah dimulai sejak 2017. Dengan proses sebagian besar bersifat rahasia, rencana perdamaian Israel-Palestina ia beri label 'kesepakatan akhir'. Pengumuman rencana perdamaian pun telah berulang kali ditunda menyusul terhambat masalah politik di Israel.(AFP/OL-5)
Mahmoud Abbas membawa harapan besar agar momentum hari kemenangan ini menjadi titik balik bagi kemerdekaan bangsa Palestina.
Human Rights Watch mendesak Hungaria menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait surat perintah ICC atas dugaan kejahatan perang di Gaza saat kunjungannya Sabtu ini.
Dilaporkan The Guardian, ratusan warga Palestina terlihat melaksanakan salat di sekitar Kota Tua pada Jumat (20/3) pagi eaktu setempat, setelah polisi Israel menutup akses
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Menlu Palestina ungkap taktik Israel manfaatkan konflik Iran untuk percepat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat. Simak kronologi dan dampaknya.
PBB memperingatkan potensi pembersihan etnis di Tepi Barat setelah 36.000 warga Palestina terusir dalam setahun akibat ekspansi pemukiman ilegal Israel.
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Israel dinilai melanggar Pasal 13 terkait perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play, serta Pasal 15 mengenai diskriminasi dan pelecehan rasis dalam Aturan Disiplin FIFA (FDC).
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Ia memperingatkan ambisi Israel menggulingkan pemerintahan Iran akan memerlukan kampanye darat berkepanjangan.
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved