Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
TOPAN Phanfone telah menewaskan sedikitnya 13 orang di Filipina, meninggalkan jejak kehancuran sepanjang pusat negara itu.
Topan Phanfone pertama kali mendarat pada Selasa (24/12) malam, tetapi terus melewati banyak pulau di Filipina tengah sepanjang Hari Natal.
Lebih dari 58.000 orang diungsikan menjelang badai dan sekitar 15.000 lainnya terdampar di pelabuhan ketika layanan feri ditunda.
Tingkat kerusakan mulai muncul baru pada Kamis (26/12).
Sebagian besar korban tewas terjadi di provinsi Iloilo dan Capiz.
Satu keluarga meninggal ketika mereka tersapu banjir bandang saat mereka berusaha untuk mencapai tempat yang lebih tinggi, lapor jaringan ABS-CBN Filipina. Ditambahkan, setidaknya 12 orang hilang di Provinsi Iloilo saja.
Richard Gordon, ketua Palang Merah Filipina, mengatakan kepada BBC, "Banyak orang kehilangan rumah mereka dan mereka membutuhkan makanan."
Baca juga: Sejumlah Negara Peringati 15 Tahun Bencana Tsunami
Dia menambahkan layanan air dan listrik telah terputus di banyak daerah, dan memulihkannya dapat memakan waktu berminggu-minggu.
Pulau wisata populer Boracay tampaknya telah mengalami kerusakan, meskipun skalanya tidak jelas.
Badai menghantam beberapa pulau dengan hembusan 190 kilometer per jam (118mph), menghancurkan rumah dan kabel listrik.
Banyak orang hilang. Ribuan orang terdampar saat mereka berusaha pulang untuk merayakan Natal.
Phanfone menyerang dekat wilayah yang dilanda Topan Haiyan--badai paling kuat yang pernah terjadi--pada 2013.
Lebih dari 6.000 orang tewas pada November tahun itu, menjadikannya topan paling mematikan di Filipina. (BBC/OL-1)
10 korban tewas dilaporkan akibat banjir bandang, tanah longsor, kabel listrik terekspos, serta runtuhnya rumah.
Maskapai Vietnam Airlines membatalkan 22 penerbangan dari dan ke kota-kota di Vietnam tengah pada Minggu dan Senin.
SATU orang dilaporkan tewas dan 73 orang terluka menyusul hantaman Topan Super Kong-rey yang melanda Taiwan, Kamis (31/10/2024).
Para ilmuwan memperkirakan lebih banyak badai besar di masa depan. IPCC menyatakan aktivitas manusia berkontribusipada fenomena ini.
Empat korban tewas tercatat di Daerah Otonomi Bangsamoro yang terletak di Pulau Mindanao yang mayoritas penduduknya Muslim.
Topan Yogi, yang melanda Vietnam sejak Sabtu (7/9) pekan lalu itu, merupakan badai terkuat yang pernah terjadi di Asia Tenggara dalam beberapa dekade.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved