Senin 09 Desember 2019, 12:30 WIB

Tiongkok Berencana Setop Penggunaan Komputer Buatan AS

Cahyandaru Kuncorojati | Internasional
Tiongkok Berencana Setop Penggunaan Komputer Buatan AS

AFP/Frederic J BROWN
Seorang konsumen menggunakan laptop di sebuah kafe di Beijing

 

PERANG dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok jelas belum selesai. Terlebih dengan munculnya rencana terbaru dari pemerintahan Xi Jinping.

Laporan terbaru menyebutkan pemerintahan Xi Jinping ingin menghentikan penggunakan teknologi atau produk komputer buatan asing di jajaran pemerintahan. Belum diketahui status instruktsi ini sudah disahkan atau baru rencana.

Sedikit informasi dikutip dari The Guardian menyebutkan proses ini akan dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Bukan hanya jajaran pemerintahan, lembaga publik juga akan harus menghentikan penggunaan teknologi komputer asing asal AS. Ini serupa dengan Donald Trump yang memerintahkan AS berhenti menggunakan teknologi buatan Tiongkok.

Baca juga: Ribuan Warga Hong Kong Kembali Turun ke Jalan

Jelas hal ini merupakan langkah serius yang akan kembali membuat panas perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok. Perusahaan teknologi dan komputer multinasional asal AS seperti HP, Dell, Microsoft dan lainnya akan cukup merugi.

Bagi perusahaan Tiongkok, mereka kemungkinan harus siap kembali mendapatkan status blacklist dari AS. Huawei mungkin jadi yang agak cemas, karena mereka beberapa waktu belakang sudah mulai kembali menjalin bisnis dengan perusahaan AS.

Dikuti dari laporan Financial Times, instruksi Xi diprediksi bisa berefek ke penggantian 20 juta hingga 30 juta perangkat hardware yang akan diganti dengan produk buatan Tiongkok mulai 2020.

Sikap kedua negara ini menjadi sebuah tantangan besar. Pertama adalah sebagian besar produk seperti software dan sistem operasi sudah didesain untuk mengadopsi produk buatan Windows dari Microsoft yang jelas berasal dari AS.

Kedua, apabila Tiongkok ingin menggunakan komputer buatan dalam negeri, misalnya Lenovo, komponen seperti prosesor dan hard drive di dalamnya masih hasil buatan perusahaan manufaktur AS.

Di sisi lain, Huawei sebagai perusahaan teknologi cukup besar di Tiongkok sudah mampu menciptakan prosesor sendiri. Mungkin saja ini menjadi alasan pemerintah Tiongkok mulai mandiri dalam urusan teknologi, karena prosesor adalah otak dari setiap perangkat teknologi. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

Antara/M N Kanwa

Mulai 4 Desember, Pekerja Migran RI Dilarang Masuk Taiwan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 02 Desember 2020, 17:58 WIB
Keputusan Taiwan mempertimbangkan lonjakan kasus covid-19 di Indonesia yang hampir mencapai 550 ribu orang. Larangan terhadap...
AFP/Charly Triballeau

Wah, Semua Warga Jepang Dapat Vaksin Covid-19 Gratis

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:45 WIB
Pemerintah Jepang siap menanggung biaya vaksinasi covid-19 untuk 126 juta penduduk. Kebijakan itu tertuang dalam undang-undang yang baru...
AFP

Biden tidak Segera Hapus Perjanjian Dagang Fase 1 dengan Tiongkok

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:26 WIB
Dalam perjanjian fase 1 yang diteken pemerintahan Donald Trump, Tiongkok sepakat meningkatkan pembelian produk dan jasa AS sebesar US$200...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya