Senin 09 Desember 2019, 06:25 WIB

Ribuan Warga Hong Kong Kembali Turun ke Jalan

Willy Haryono | Internasional
Ribuan Warga Hong Kong Kembali Turun ke Jalan

AFP/ANTHONY WALLACE
Ribuan warga Hong Kong ambil bagian dalam aksi demonstrasi di Victoria Park, Minggu (8/12).

 

PULUHAN ribu demonstran kembali turun ke jalanan Hong Kong, Minggu (8/12). Aksi kali ini digelar oleh Civil Human Rights Front, salah satu grup prodemokrasi terbesar di Hong Kong.

Berbeda dari sebelumnya, seperti dikutip dari BBC, Kepolisian Hong Kong mengeluarkan izin resmi atas aksi unjuk rasa hari ini. Namun, petugas menangkap 11 orang sebelum aksi dimulai dan sebuah pistol ditemukan dalam operasi tersebut.

Aksi protes di Hong Kong yang dimulai Juni lalu dipicu Rancangan Undang-Undang Ekstradisi. Namun, unjuk rasa ini berevolusi dan menjadi gerakan perjuangan menegakkan demokrasi Hong Kong.

"Saya akan berjuang demi kebebasan hingga saya mati," kata June, seorang perempuan berusia 40 tahun yang ikut serta bersama Civil Human Rights Front.

Baca juga: Unjuk Rasa Besar Ultimatum Carrie Lam

Sabtu (7/12), Pemerintah Hong Kong menyerukan adanya kondisi tenang di seantero kota semiotonom tersebut. Pemerintah Hong Kong di bawah Carrie Lam mengaku "sudah belajar dari kesalahan dan siap mendengarkan serta menerima kritik."

Civil Human Rights Front mengatakan ini adalah kesempatan terakhir bagi Pemerintah Hong Kong untuk memenuhi sejumlah tuntutan massa, salah satunya mengenai penyelenggaraan pemilihan umum bebas tanpa campur tangan Tiongkok.

Polisi mengaku telah menemukan sepucuk pistol semiotomatis beserta 105 peluru dalam razia menjelang aksi protes hari ini.

Aparat mengatakan ini adalah kali pertama senjata api ditemukan sejak demonstrasi meletus lebih dari enam bulan lalu

Situasi di Hong Kong kini relatif lebih tenang usai pemilihan umum lokal berlangsung dua pekan lalu. Pemilu berakhir dengan kemenangan para kandidat prodemokrasi.

Hong Kong adalah bekas koloni Inggris, yang sudah dikembalikan ke Tiongkok pada 1997 di bawah sistem "Satu Negara, Dua Sistem." Sistem tersebut menjamin otonomi Hong Kong. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

AFP/Hector RETAMAL

Tiongkok Laporkan Kematian Kedua Akibat Covid-19 pada Tahun ini

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 28 Januari 2021, 09:50 WIB
Kasus kematian baru itu terjadi di Tonghua, Provinsi Jilin, pada seorang pasien berumur 87 tahun akibat covid-19 dan berbagai penyakit...
AFP/JACK TAYLOR

Thailand Targetkan 19 Juta Orang Divaksin Covid-19 pada Februari

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 28 Januari 2021, 09:32 WIB
Perdana Menteri Thailanda, Prayut Chan-o-cha, meminta maaf karena tidak menyelesaikan masalah terkait Covid-19 secepat yang diminta...
AFP/Wojtek RADWANSKI

Polandia Larang Aborsi, Warga Gelar Demonstrasi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 28 Januari 2021, 09:06 WIB
Keputusan pengadilan itu berarti seluruh aborsi dilarang di Polandia kecuali dalam kasus pemerkosaan dan inses serta jika nyawa ibu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya