Minggu 08 Desember 2019, 00:40 WIB

Gedung Putih Kecam Penyelidikan

Gedung Putih Kecam Penyelidikan

axios.com
Kepala Penasihat Hukum Gedung Putih Pat Cipollone

 

GEDUNG Putih mengecam penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang diprakarsai Partai Demokrat sebagai tindakan yang benar-benar tidak berdasar.

“Seperti yang Anda tahu, penyelidikan pemakzulan Anda tidak berdasar dan telah melanggar prinsip-prinsip dasar proses hukum serta keadilan mendasar,” tulis Kepala Penasihat Hukum Gedung Putih Pat Cipollone dalam suratnya yang ditujukan kepada Ketua Komisi Kehakiman DPR AS, Jerry Nadler, Jumat (6/12).

“Demokrat di DPR AS telah menyita waktu dengan sandiwara ini. Anda harus menga­k­hiri penyelidikan ini sekarang dan tidak membuang lagi waktu dengan audiensi tambahan,” sambungnya.

Pernyataan Gedung Putih itu menunjukkan penolakan Trump untuk ambil bagian dalam proses audiensi terkait penyelidikan pemakzulan atas dirinya di hadapan Komisi Kehakiman DPR AS.

Cipollone mengatakan, dalam suratnya juga mengatakan bahwa mengadopsi pasal-pasal pemakzulan akan menjadi penyalahgunaan kekuasaan yang gegabah dan merupakan upaya pemakzul­an paling tidak adil, sangat partisan, dan tidak konstitusional dalam sejarah AS.

Surat itu diajukan Cipollone beberapa menit sebelum tenggat untuk menyatakan apakah Gedung Putih akan mengajukan perwakilannya untuk membela Trump dalam menghadapi tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Sementara itu, Komisi Kehakiman DPR AS akan bertemu, Senin (9/12), untuk meninjau bukti-bukti penyelidik dan memutuskan apakah akan menuduh Trump atas tindakan penyalahgunaan kekuasaan, penyuapan, dan penghalangan. Tuduhan itu dapat menjadi pasal pemakzulan yang akan diajukan ke seluruh DPR AS untuk digelar pemungutan suara dalam beberapa pekan mendatang.

Anggota Komisi Kehakiman DPR AS dari Partai Republik Doug Collins mengumumkan daftar saksi yang ingin dipanggil oleh pihaknya untuk memberikan konteks dan transparansi terkait fakta mendasar yang dipermasalahkan dalam penyelidikan pemakzulan.
Partai Republik meminta putra Joe Biden, Hunter Biden, Ketua Komisi Intelijen DPR AS, hingga pembocor rahasia yang diyakini anggota CIA bersaksi minggu depan. (AFP/Uca/E-3)

Baca Juga

AFP/Justin Tallis

Filipina Pesan 2,6 Juta Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 28 November 2020, 05:45 WIB
Selain AstraZeneca, Filipina juga membidik Sinovac dan Pfizer untuk memasok vaksin covid-19. Negara itu jatuh pada jurang resesi ekonomi...
MI/Ilustrasi

Samoa Konfirmasi Kasus Pertama Covid-19

👤Aiw/The Guardian/CNA/X-10 🕔Sabtu 28 November 2020, 04:25 WIB
Kasus positif terdeteksi pada seorang warga negara Samoa berusia 70 tahun yang melakukan perjalanan ke Apia, ibu kota Samoa, dari Melbourne...
AFP

Ribuan Petani India Protes UU Pertanian Baru

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 28 November 2020, 03:55 WIB
RIBUAN petani telah memasuki ibu kota India, New Delhi, untuk melakukan protes yang direncanakan terhadap undang-undang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya