Rabu 04 Desember 2019, 11:45 WIB

Campak Kembali Ancam Dunia

Willy Haryono | Internasional
Campak Kembali Ancam Dunia

AFP/GEORGE FREY/GETTY IMAGES NORTH AMERICA
Vaksinasi campak

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan ancaman terjadinya kemunduran dalam upaya komunitas global mengeliminasi penyakit campak. Peringatan disampaikan WHO saat jumlah kematian akibat wabah campak di Samoa terus meningkat.

Total 55 orang meninggal akibat wabah campak di Samoa, yang mulai terdeteksi pada pertengahan Oktober lalu. Sebanyak 50 dari total kematian tersebut adalah anak-anak di bawah usia empat tahun.

Sekitar 18 balita lainnya masih dirawat di rumah sakit Samoa dan belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Dalam 24 jam terakhir, tercatat ada 153 kasus baru campak di Samoa.

Staf medis WHO, Jose Hagan, menilai wabah di Samoa adalah pengingat bagi seluruh masyarakat global mengenai betapa menularnya penyakit campak.

"Angka kematian akibat campak lebih tinggi dari perkiraan banyak orang," ucap Hagan kepada Radio New Zealand.

"Ini adalah sebuah penyakit akut. Karena sudah jarang melihatnya lagi, kita semua terkejut saat mengetahui ternyata (campak) dapat begitu mematikan," lanjut dia, dilansir dari AFP, Selasa (3/12).

Baca juga: DPR AS Sepakati RUU Uighur

Ia mengatakan rata-rata kematian di Samoa sejauh ini memang kurang di bawah 2% dari total kasus. Namun, ia mengingatkan angkanya dapat mencapai 5% di beberapa negara berkembang.

Hagan mengatakan terbukanya akses bagi masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi campak diperkirakan telah menyelamatkan 21 juta jiwa dalam 20 tahun terakhir.

"Namun belakangan terlihat tanda-tanda kemunduran (dalam upaya mengeliminasi campak), dan wabah penyakit ini bermunculan lagi di seluruh kawasan WHO," sebut Hagan.

Kasus campak kembali bermunculan di beberapa negara Eropa. Inggris, Yunani, Rep Ceko, dan Albania telah kehilangan status bebas campak mereka pada Agustus lalu. Amerika Serikat (AS) hampir kehilangan status itu beberapa bulan setelahnya.

WHO menyebutkan beberapa faktor menurunnya tingkat imunisasi campak, termasuk sulitnya mendapat akses kesehatan dan misinformasi mengenai vaksinasi.

Perdana Menteri Samoa Tuilaepa Sailele Malielegaoi menegaskan vaksinasi adalah satu-satunya jawaban untuk memerangi wabah campak. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

AFP/Gianluigi Guercia

Dukung Ulama Saudi, Dewan Fatwa UEA Kecam Ikhwanul Muslimin

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 November 2020, 13:36 WIB
Ribuan anggotanya telah dipenjarakan di Mesir sering kali dengan tuduhan menghasut...
AFP/JUSTIN TALLIS

AstraZeneca Akui Vaksinnya Perlu Uji Coba Tambahan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 27 November 2020, 11:01 WIB
Studi tambahan akan dijalankan untuk mengevaluasi dosis yang lebih rendah yang menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada dosis penuh...
AFP/MARTIN BUREAU

Kasus Covid-19 di Prancis Turun Akibat Lockdown

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 27 November 2020, 10:54 WIB
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan jumlah pasien dengan covid-19 yang dirawat di rumah sakit terus turun sebanyak 662 orang menjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya