Selasa 12 November 2019, 09:40 WIB

Polisi Hong Kong Tembakkan Gas Air Mata ke Dalam Kampus

Antara | Internasional
Polisi Hong Kong Tembakkan Gas Air Mata ke Dalam Kampus

AFP/ANTHONY WALLACE
Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata ke arah demonstran.

 

POLISI antihuru-hara Hong Kong, Selasa (12/11), menembakkan gas air mata ke dalam kampus, sehari setelah seorang demonstran ditembak dan seorang pria dibakar dalam kekerasan paling brutal, yang mengguncang wilayah yang dikuasai Tiongkok itu dalam aksi protes antipemerintah selama lebih dari lima bulan.    

Sejumlah layanan kereta api dihentikan sementara dan beberapa ruas jalan di pusat bisnis Asia tersebut ditutup untuk hari kedua, dengan kemacetan panjang di jam-jam sibuk pagi.    

Polisi antihuru-hara disiagakan di stasiun metro di seluruh wilayah tersebut dan antrean panjang para komuter terlihat di peron.    

Sementara itu, aktivitas kelas di universitas dan sekolah juga dibatalkan, dengan siswa, guru dan orangtua merasa cemas sehari setelah polisi menembakkan gas air mata dan para mahasiswa melemparkan bom molotov ke sejumlah kampus.    

Baca juga: Warga Terluka Ditembak Polisi Hong Kong

Lebih dari 260 orang ditangkap pada Senin (11/11), menurut polisi, menambah jumlah total menjadi lebih dari 3.000 orang sejak aksi protes meningkat pada Juni.   

Stasiun metro di Sai Wan Ho di Hong Kong timur, lokasi demonstran berusia 21 tahun ditembak pada Senin (11/11), juga ditutup.    

Sebuah truk meriam air disiagakan di depan kantor pusat pemerintah, tempat Dewan Eksekutif Hong Kong dijadwalkan menggelar pertemuan rutin mereka.    

Pada Senin (11/11), Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan kekerasan di bekas koloni Inggris itu telah melampaui tuntutan massa tentang demokrasi dan para demonstran kini menjadi musuh rakyat.    

Massa geram atas apa yang mereka lihat sebagai kebrutalan polisi dan campur tangan Beijing terhadap kebebasan, yang dijamin oleh kebijakan satu negara, dua sistem yang diberlakukan ketika Hong Kong diserahkan kepada pemerintah Tiongkok pada 1997.    

Tiongkok membantah tuduhan intervensi dan menuding negara Barat mencari-cari masalah. (OL-2)

Baca Juga

AFP/Heiko Junge

Temukan Varian Covid-19 Asal Inggris, Oslo Perketat Pembatasan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Januari 2021, 12:32 WIB
Dua penghuni panti jompo itu, keduanya berusia di atas 90 tahun, dipastikan tewas karena varian covid-19 asal Inggris...
AFP/Michal Cizek

Anjing di Rep Ceko Dilatih Deteksi Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Januari 2021, 12:22 WIB
Mereka diminta menggendus enam tabung, masing-masing berisi pakaian milik pasien covid-19, pasien noncovid-19, dan sampel...
AFP/Sergio Lima

Warga Brasil Minta Bolsonaro Dipecat karena Gagal Atasi Pandemi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Januari 2021, 11:31 WIB
Aksi demonstrasi yang dimotori partai dan organisasi sayap kiri diikuti oleh sekitar 500 mobil yang mengelilingi kantor kementerian di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya