Selasa 15 Oktober 2019, 08:57 WIB

Spanyol Peintahkan Penangkapan Pemimpin Catalonia Puigdemont

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Spanyol Peintahkan Penangkapan Pemimpin Catalonia Puigdemont

AFP/Kenzo TRIBOUILLARD
Mantan pemimpin Catalonia Carles Puigdemont

 

HAKIM Mahkamah Agung Spanyol telah mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk mantan pemimpin Catalonia Carles Puigdemont menyusul vonis terhadap 12 rekan sejawat pro-Catalonia atas peran mereka dalam dorongan pemisahan diri 2017 yang dipimpin Puigdemont.

Hakim Pablo Llarena mengeluarkan surat permintaan penangkapan terhadap Puigdemont atas tuduhan penghasutan dan penyalahgunaan dana publik.

Puigdemont dan beberapa orang lainnya melarikan diri ke Belgia pada Oktober 2017 ketika mereka dipanggil untuk hadir di pengadilan untuk menjawab pertanyaan tentang upaya pemisahan diri dan referendum kemerdekaan 1 Oktober yang disebut pemerintah pusat ilegal.

Spanyol mengeluarkan surat perintah pertama untuk penangkapan Puigdemont pada 2017 tetapi kemudian mencabutnya setelah pengadilan Jerman memutuskan ia tidak dapat diekstradisi ke Spanyol atas tuduhan pemberontakan.

Baca juga: Pemenjaraan Pemimpin Catalan Picu Kemarahan di Barcelona

Sebelumnya, Senin (14/10), Mahkamah Agung Spanyol menghukum sembilan pemimpin separatis Catalonia antara sembilan dan 13 tahun penjara karena hasutan atas upaya kemerdekaan 2017 yang gagal.

Ribuan pemrotes yang marah turun ke jalan-jalan di Barcelona pada Senin setelah vonis dibacakan.

Demonstran muncul secara massal, menghalangi jalan-jalan di Barcelona dan di tempat lain di Catalonia ketika polisi bersiap siaga. Para aktivis menyerukan aksi pembangkangan sipil.

Putusan yang telah lama dinanti-nanti menempatkan pertanyaan Catalonia di jantung debat politik kurang dari sebulan sebelum Spanyol menuju pemilihan umum keempat dalam beberapa tahun.

Menjelang putusan, Barcelona tegang dengan kehadiran polisi yang besar. Pasukan keamanan terlihat nyata di sekitar pengadilan tinggi regional, stasiun kereta utama Sants, dan El Prat, bandara tersibuk kedua di Spanyol.

Dalam sebuah cicitan dari Brussels sebelum surat perintah baru dikeluarkan untuk penangkapannya, Puigdemont mengecam vonis Mahkamah Agung sebagai 'kekejaman'.

Sementara itu, dalam sepucuk surat kepada para pendukungnya yang dirilis pada Senin (14/10), mantan wakil presiden Catalan Oriol Junqueras menyebut putusan itu jauh dari kata selesai.

Junqueras adalah figur separatis yang mendapatkan hukuman paling berat yaitu 13 tahun penjara.

"Tidak ada yang berakhir hari ini, Anda tidak menang," ujarnya dalam sambutan yang ditujukan pada pemerintah pusat Spanyol di Madrid.

"Kami akan kembali bahkan lebih kuat dan menang," tandasnya. (AFP/France24/OL-2)

Baca Juga

Antara

AS Umumkan Beri Bantuan ke Malaysia Senilai Rp11,3 Miliar

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 13:53 WIB
Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan akan memberikan bantuan tambahan covid-19 kepada Malaysia senilai US$800.000 (sekitar Rp11,3...
independent.co.uk

Tewas Dibunuh Jasad Pasangan Blogger Wisata Gabby Petito Ditemukan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 13:10 WIB
FBI mengatakan jasad tersebut dikenali melalui gigi pria...
AFP/Christopher Furlong

Ratu Elizabeth Kembali ke Istana Usai dari Rumah Sakit

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 11:35 WIB
Selama bertahun-tahun sebelumnya, baru kali ini Ratu Elizabeth bermalam di rumah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya