Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA kilang minyak milik Saudi Aramco dilaporkan terbakar setelah diserang pesawat nirawak alias drone, pada Sabtu (14/9) pagi. Peristiwa serangan terjadi ketika raksasa energi milik Arab Saudi tersebut tengah mempersiapkan daftar saham yang sangat dinantikan.
"Pada pukul 04.00 pagi (01:00 GMT) tim keamanan industri Aramco mulai menangani kebakaran di dua fasilitasnya di Abqaiq dan Khurais sebagai akibat dari Drone. Kedua api telah dikendalikan," ujar Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Sabtu (14/9).
Penyelidikan juga sudah dilakukan setelah serangan yang melanda wilayah Provinsi Timur tersebut, tetapi sumber asal drone belum dapat diidentifikasi.
Selain itu, tidak ada pernyataan terkait jatuhnya korban jiwa dan tingkat kerusakan atas serangan tersebut, disebabkan awak media tidak diizinkan mendekati pabrik setelah keamanan diperketat pascaserangan.
Diduga serangan tersebut dilakukan oleh pemberontak Houthi dari Yaman. Meskipun Houthi tidak langsung mengklaim bertanggung jawab atas serangan hari Sabtu, stasiun televisi Yaman milik para pemberontak, Al-Masirah, menulis utas dalam laman Twitter-nya bahwa akan segera merilis pernyataan penting tentang operasi pesawat tak berawak di negara kerajaan tersebut.
Bulan lalu, serangan yang diklaim oleh pemberontak Houthi Yaman memicu kebakaran di fasilitas pencairan gas alam Shaybah milik Aramco yang berdekatan dengan perbatasan Uni Emirat Arab, namun tidak ada korban yang dilaporkan atas peristiwa tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemberontak Houthi yang bersebelahan dengan Iran telah melakukan serangkaian serangan rudal lintas-perbatasan serta serangan pesawat tak berawak yang menargetkan pangkalan udara Arab Saudi dan fasilitas lainnya. Mereka mengatakan aksi tersebut sebagai pembalasan atas serangan udara yang dipimpin Arab Saudi di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak Yaman.
Baca juga: Biden Unggul di Debat AS
Serangan-serangan yang terus meningkat tersebut menunjukkan kemajuan persenjataan pemberontak Yaman, mulai dari rudal balistik hingga pesawat tak berawak. Hal tersebut mecatatkan anacaman yang serius bagi Arab Saudi, terutama instalasi minyaknya.
Kilang minyak Abqaiq, yang berjarak 60 kilometer barat daya dari markas Dhahran Aramco, adalah rumah bagi pabrik pengolahan minyak terbesar perusahaan yang telah dijadikan target serangan oleh para militan sejak dulu. Sedangkan, Khurais berjarak 250 kilometer dari Dhahran, adalah penampungan ladang minyak utama Saudi Aramco.
Ketegangan di kawasan Teluk melonjak sejak Mei lalu ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan serangan udara terhadap Iran pada menit terakhir Juni setelah jatuh drone AS. Amerika Serikat dan Arab Saudi juga menyalahkan Iran atas berbagai serangan kapal tanker minyak di Teluk.
Serangan-serangan terbaru datang ketika Arab Saudi, pengekspor minyak mentah utama dunia, mempercepat persiapan untuk Penawaran Saham Perdana (IPO) Aramco.
Penawaran Saham Perdana besar-besaran membangun landasan program reformasi yang diharapkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, putra Raja Salman, untuk membuat ekonomi Arab Saudi tidak bergantung kepada minyak. (AFP/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved