Selasa 10 September 2019, 17:45 WIB

Diplomasi Digital untuk Kerja Sama Ekonomi dan Perdamaian

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Diplomasi Digital untuk Kerja Sama Ekonomi dan Perdamaian

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers seusai membuka Konferensi Regional tentang Diplomasi Digital di Jakarta,

 

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan perkembangan teknologi digital bisa menjadi sarana untuk memaksimalkan kerja sama ekonomi antarnegara dan menebarkan pesan perdamaian.

Hal itu diutarakan Retno saat membuka Regional Conference on Digital Diplomacy (RCDD) di Jakarta, Selasa (10/9). Hadir dalam forum regional yang digagas Indonesia ini para undangan dan lebih dari 200 peserta yang berasal dari 16 negara di kawasan Asia dan Pasifik.

“Ketidakmampuan kita dalam mengikuti lompatan teknologi akan membuat kita tertinggal. Begitu juga dengan diplomasi. Bila tidak dapat menyesuaikan dengan transformasi yang cepat, diplomasi tidak akan relevan lagi," ujar Retno.

"Itulah sebabnya sekarang ini saatnya kita menyandingkan diplomasi dengan digital,” imbuhnya.

Selanjutnya, Retno menyebutkan empat manfaat dari diplomasi digital. Pertama, diplomasi digital dapat digunakan untuk menyebarkan pesan perdamaian. Kedua, sebagai alat untuk penguatan kerja sama ekonomi.

Ketiga, sebagai alat untuk melindungi warga negara. Manfaat keempat sebagai alat untuk memajukan pembangunan.

Baca juga:  Indonesia-Korsel Ingin Percepat Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi

Pekembangan teknologi digital, kata Retno, telah dimanfaatkan Indonesia dalam meningkatkan pelayanan dan perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

“Kementerian Luar Negeri telah memiliki aplikasi Safe Travel dan portal Peduli WNI suatu sistem pendataan digital yang terintegrasi untuk diaspora Indonesia,” terangnya.

Retno menambahkan, melalui RCDD, para delegasi dan peserta dapat saling belajar, saling memperkaya terkait pemahaman diplomasi digital masing-masing, kerja sama dalam menjembatani kesenjangan digital dan membangun langkah bersama dalam menyikapi berbagai tantangan di milenium baru ini.

Negara atau delegasi yang hadir mencakup 10 negara anggota ASEAN dan 6 negara lainnya yakni Australia, India, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok dan Selandia Baru.

Acara pembukaan RCDD diawali dengan pemutaran video tentang evolusi diplomasi konvensional menjadi diplomasi digital dan penampilan kebudayaan berupa tarian etnik kontemporer.

Usai membuka RCDD, Menlu juga berkesempatan membuka pameran Digital dan Talk Show RCDD. Pameran ini akan berlangsung hingga 11 September 2019 dan diikuti oleh lebih dari 1400 peserta dari berbagai kalangan, utamanya kaum milenial.

Showcase pada pameran ini mencakup 12 start up Indonesia, yakni Ralali, Glexindo, Tele CTG, Logisly, TaniHub, Renom, Modal Rakyat, Kata.ai, Agate, Wahyoo, Bahaso dan Qiwii.(OL-5)

Baca Juga

AFP/Maya Alleruzzo and Bandar Al-Jaloud.

Usai Ditelepon, Netanyahu Izinkan Putra Mahkota Saudi Pergunakan Pegasus

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 23:02 WIB
Mereka merujuk pada kasus Jamal Khashoggi. Jurnalis itu dilacak dengan spyware menjelang pembunuhannya pada...
AFP/Jaafar Ashtiyeh.

Berakhirnya Panjajahan Israel dan Berdirinya Palestina tidak Tergantung Bennett

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 22:26 WIB
Al-Sheikh menanggapi pernyataan Bennett bahwa dia tidak akan berdamai dengan Otoritas Palestina atau bernegosiasi dengannya atau mendukung...
AFP/Julien De Rosa.

Aktivis Palestina yang Dibebaskan Sebut Mesir sebagai Penjara Besar

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 21:33 WIB
Pada awalnya rekan-rekan tahanannya sebagian besar ialah aktivis masyarakat sipil atau pendukung kelompok Islamis termasuk Ikhwanul...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya