Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Peringati 80 Tahun PD II, Jerman Minta Maaf kepada Polandia

Ihfa Firdausya
01/9/2019 18:05
Peringati 80 Tahun PD II, Jerman Minta Maaf kepada Polandia
Presiden Polandia Andrzej Duda (t) dan istrinya Agata Kornhauser-Duda menyambut Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan istrinya.(Janek SKARZYNSKI / AFP)

PRESIDEN Jerman Frank-Walter Steinmeier meminta maaf kepada bangsa Polandia atas konflik Jerman-Polandia dalam Perang Dunia II. Permintaan maaf itu disampaikan pada Minggu (1/9) dalam upacara di Kota Wielun, Polandia, yang menjadi tempat jatuhnya bom pertama PD II 80 tahun yang lalu.

"Saya membungkuk di hadapan para korban serangan Wielun. Saya membungkuk di hadapan para korban Polandia dari tirani Jerman. Dan Saya harap saudara-saudara menerima permintaan maaf ini," kata Steinmeier dalam bahasa Jerman dan Polandia.

Polandia mengalami penderitaan terburuk dalam Perang Dunia II. Hampir enam juta orang Polandia tewas dalam perang yang secara keseluruhan menewaskan lebih dari 50 juta orang. Angka itu termasuk enam juta orang Yahudi yang tewas dalam Holocaust; setengah dari mereka orang Polandia.

"Orang Jerman-lah yang melakukan kejahatan kemanusiaan di Polandia. Siapa pun yang menyebut hal itu hanya masa lalu, atau mengklaim bahwa aturan terorisme Sosialis Nasional di Eropa hanyalah catatan kaki sejarah Jerman, mereka sedang menghakimi diri mereka sendiri," Steinmeier menambahkan.

"Kami ingin, dan kami akan ingat. Dan kami akan memikul tanggung jawab yang dibebankan sejarah pada kami."

Presiden Polandia Andrzej Duda sendiri mengecam serangan Nazi Jerman terhadap Polandia dan menyebutnya 'tindakan kebiadaban' dan 'kejahatan perang'.

"Saya yakin bahwa upacara ini akan dikenang dalam sejarah persahabatan Polandia-Jerman," tambahnya sembari berterima kasih kepada Steinmeier atas kehadirannya.

Para kepala negara kemudian melakukan tur di museum Wielun dan bertemu dengan para penyintas lokal pengeboman 1 September 1939.

"Saya melihat mayat-mayat, yang terluka ... Asap, kebisingan, ledakan. Semuanya terbakar," ujar Tadeusz Sierandt, 88, yang selamat dari pengeboman.


Baca juga: Aksi Penusukan Massal di Prancis, Satu Tewas dan Delapan Terluka


Pengeboman itu terjadi satu minggu setelah Jerman dan Uni Soviet diam-diam setuju untuk membagi Eropa Timur dengan menandatangani Pakta Molotov-Ribbentrop.

Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki dan Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmermans menghadiri peringatan terpisah pada hari yang sama di Westerplatte, di mana kapal perang Jerman Nazi menembaki benteng Polandia pada 1 September 1939.

Timmerman berbicara tentang bagaimana orang Eropa dapat mengenang mereka yang gugur demi kebebasan yang dinikmati saat ini.

"Kami menyatakannya (terima kasih) dengan bekerja untuk toleransi, bekerja untuk saling menghormati, untuk tidak menyediakan tempat bagi orang-orang yang intoleran. Yaitu mereka yang percaya bahwa kebencian adalah mesin yang baik untuk politik, mereka yang percaya bahwa konfrontasi antarnegara, antarabudaya yang berbeda, adalah hal yang baik," katanya.

Serangan Hitler ke Polandia membuat Inggris dan Prancis mendeklarasikan perang terhadap Nazi Jerman. Pada 17 September 1939, Uni Soviet menyerang Polandia.

Setelah Nazi melanggar pakta dengan Moskow, dua kekuatan pun berperang. Kekuatan Axis yang dipimpin oleh Jerman, Italia, dan Jepang bertempur menghadapi pasukan Sekutu dipimpin oleh Inggris, Uni Soviet, dan Amerika Serikat.

Namun setelah 80 tahun berlalu, Polandia menganggap masih ada hal-hal yang belum terselesaikan. Negara itu menganggap Jerman berutang ganti rugi perang.

Komisi parlementer saat ini sedang mengerjakan analisis baru tentang sejauh mana kerugian manusia dan material di masa perang Polandia.

"Kami harus membicarakan, mengingat, dan menuntut kebenaran terkait kerugian itu. Kami harus menuntut kompensasi," kata Morawiecki. (AFP/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya